Disebut Sudah Memiliki Anak di Luar Nikah, Unggahan Instagram Steffi Zamora Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris cantik Steffi Zamora tengah diterpa gosip tidak sedap. Ia disebut diam-diam sudah memiliki anak di luar nikah.

Unggahan terakhir Steffi Zamora pada laman media sosial Instagram pun akhirnya dipenuhi komentar netizen yang memaksanya untuk memberikan klarifikasi atas gosip yang sedang beredar luas.

“Yg di tiktok bener?” tanya netizen.

“STEF DI TIKTOK BOHONG KAN???” timpal netizen.

“Bener punya anak? tp iya mirip bgt Ferrel,” sahut netizen.

Steffi Zamora pun masih tetap diam seribu bahasa, namun pada unggahan stori Instagram-nya ia mengunggah sebuah quotes yang menyinggung tentang hari buruk.

“Breathe. It’s just a bad day, not bad life (Bernapas. Ini hanya hari yang buruk, bukan kehidupan yang buruk),” isi tulisan dalam unggaha stori Instagram Steffi.

Unggahan Stori Instagram Steffi Zamora

Seperti diketahui, kabar Steffi memiliki anak yang biasa disapa Baby Shakira atau Baby Shak pertama kali mencuat di TikTok oleh akun Aldarsaputri.

Akun tersebut menyinggung ada seorang artis blasteran masih muda, tapi sudah memiliki anak. Anak tersebut disebut sudah besar.

Akun Aldarsaputri sama sekali tak menyebut nama artis yang dimaksud. Tapi nama Steffi Zamora ramai di kolom komentar.

Ada juga yang mengungkit kalau Steffi pernah vakum dari panggung hiburan pada 2015.

Ini lantas dikaitkan dengan umur Baby Shakira yang sekarang sudah berusia 6 tahun.

Baby Shakira disebut merupakan anak Steffi hasil dari hubungannya dengan Ferrel sang pacar waktu itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pembangunan Papua Bukti Nyata Keberpihakan Pemerintah kepada Masyarakat Adat

Oleh : Fransiskus NawipaPembangunan di Papua terus menunjukkan arah yang semakin berpihak kepada masyarakat adatsebagai bagian utama dari proses kemajuan nasional. Berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan pemerintah tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan orang asli Papua. Pendekatantersebut menjadi bukti bahwa pemerintah berupaya memastikan pembangunan berjalan secarainklusif, berkeadilan, serta menghormati identitas sosial dan budaya masyarakat adat yang telahlama menjadi bagian penting dari kehidupan di Tanah Papua.Keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat adat Papua tercermin dari berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pembangunaninfrastruktur, penguatan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hinggapembukaan akses pelayanan publik di wilayah-wilayah terpencil. Kehadiran jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, dan sarana pendukung ekonomi lainnya telah membuka ruang barubagi masyarakat Papua untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya. Pembangunan tersebut tidak hanya mempercepat konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperluas aksesmasyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi dan pelayanan sosial yang sebelumnya sulitdijangkau.Dalam konteks pembangunan Papua, pemerintah juga menunjukkan keseriusan untukmenempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama pembangunan. Pendekatan ini menjadisangat penting mengingat Papua memiliki karakteristik sosial dan budaya yang berbeda dengandaerah lain di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan tidak dapat dilakukan denganpendekatan sepihak ataupun sekadar mengejar target investasi dan proyek strategis semata. Pembangunan harus mampu menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat adat sehingga merekamerasa dilibatkan dalam proses perubahan yang terjadi di daerahnya.Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Paulus Waterpauw, menegaskan bahwa pembangunan Papua harus menempatkan manusia, khususnyaorang asli Papua, sebagai pusat utama pembangunan. Pandangan tersebut memperlihatkan bahwakeberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya nilai investasi atau jumlah proyekyang dibangun, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasakan dampak positif dalam kehidupansehari-hari. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus dibangun di atas prinsip dialog, penghormatan terhadap masyarakat adat, dan keterlibatan aktif warga dalam setiap kebijakan pembangunan.Pendekatan dialog yang terus dikedepankan pemerintah dalam pembangunan Papua menjadilangkah strategis untuk membangun kepercayaan masyarakat. Dialog yang dilakukan secaraterbuka dan manusiawi mampu menciptakan ruang komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat adat. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dapat memahami manfaatpembangunan, peluang ekonomi yang muncul, hingga dampak jangka panjang yang dapatmeningkatkan kesejahteraan generasi Papua di masa depan. Pendekatan ini juga menjadi bentukpenghormatan terhadap hak sosial dan budaya masyarakat adat yang selama ini menginginkanpembangunan berjalan tanpa menghilangkan identitas lokal mereka.Pembangunan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini