Spoiler Alert! Ji Chang Wook Terkejut dengan Pesta Kejutan Tim Genie di Drama ‘If You Wish Upon Me’

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Di episode sebelumnya dari drama ‘If You Wish Upon Me’, Yoon Gyeo Re (diperankan oleh Ji Chang Wook) mengungkapkan ketidakpercayaannya pada Kang Tae Shik. Karena melihat pria yang lebih tua menerima uang dari keluarga pasien dan terlibat perkelahian dengan gangster.

Di sisi lain, Kang Tae Shik mencoba untuk menjaga Gyeo Re. Ia bahkan bertanya-tanya apakah mengatakan yang sebenarnya soal hubungan rahasia mereka akan berhasil.

Melansir dari Soompi, di episode selanjutnya Gyeo Re akan melakukan pesta perpisahan. Anggota Tim Genie mengadakan perayaan kecil untuknya karena jam layanan masyarakatnya sudah habis.

Gyeo Re tampak kebingungan dan ekspresinya dipenuhi dengan kekecewaan. Seo Yoon Joo (diperankan oleh Yuri SNSD) dengan lugas mengungkapkan perasaannya pada Gyeo Re.

Yoon Joo menatap Gyeo Re dengan ekspresi sedih. Kang Tae Shik, Yeom Soon Ja, dan Choi Duk Ja sebelumnya menyatakan keinginan mereka agar Gyeo Re tetap berada di tim Genie.

Tampaknya, Gyeo Re merasa berat untuk meninggalkan tim tersebut. Maka dari itu, kemungkinan dia akan memutuskan untuk tetap berada di rumah sakit tersebut untuk melanjutkan permohonan terakhir dari para pasien.

Sementara itu, episode selanjutnya dari drama ‘If You Wish Upon Me’ ini akan tayang pada 31 Agustus 2022. Dramanya bisa disaksikan melalui layanan streaming Viu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini