Penembak Gelap Makin Marak di AS

Baca Juga

MATA INDONESIA, DETROIT – Penembak gelap semakin marak berkeliaran di Amerika Serikat (AS) mengakibatkan lebih dari tiga orang tewas percuma

Seorang pria tidak dikenal menembak empat orang secara acak di Kota Detroit, Amerika Serikat, 28 Agustus 2022 dini hari, tiga di antaranya tewas.

James White, Kepala Kepolisian Kota Midwestern mengatakan korban terdiri dari dua orang perempuan dan satu laki-laki.

Dikutip dari AFP, saat penembakan seorang korban diketahui sedang menunggu bus, seorang lainnya berjalan bersama anjingnya, dan korban terakhir sedang berada di jalanan.

Namun, polisi yang tiba di tempat kejadian berhasil menembak pria tersebut hingga tewas.

Penembakan tersebut bukanlah satu-satunya penembakan yang terjadi di Amerika Serikat di hari Minggu. Penembakan lainnya terjadi di kota Huoston.

Kepala Polisi Houston, Troy Finner menduga motif penembakan disebabkan karena pria tersebut depresi akan diusir dari tempat tinggalnya.

Penembak semula membakar beberapa tempat tinggal dan menunggu warga keluar dari rumah.

Setelah itu ia mulai melancarkan beberapa tembakan secara acak. Bahkan pemadam kebakaran yang bermaksud memadamkan api pun ikut serta menjadi incaran penembak tersebut.

Reporter: Dita Nur Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini