Dinar Candy Ngamuk Disebut Simpanan Pejabat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dinar Candy ngamuk gegara dituding sebagai simpanan pejabat. Semua bermula dari nomor polisi mobil yang dipamerkannya adalah RFS.

Dinar dan temannya sempat membuat konten TikTok dimana di belakang keduanya tampak dua mobil dengan plat DJ dan RFS. Netizen menuding, Dinar sebagai simpanan pejabat karena punya plat RFS yang biasa dipakai pejabat.

Via Instagram Story, Dinar meluruskan tudingan tersebut. Dia menegaskan, mobil plat RFS milik temannya. Sementara mobil miliknya plat DJ.

“Jadi aku kan tiktok-an bareng teman aku. Terus ada mobil kita di belakang. Mobil aku sebelah sini. Kan kalian tahu mobil aku itu platnya ada DJ (di belakangnya). Karena beli mobilnya hasil dari nge-DJ. Mobil yang plat RFS itu punya teman aku,” kata Dinar.

“Teman aku itu beli mobilnya di showroom platnya udah RFS. Aku platnya DJ. Aku bangga itu hasil keringat sendiri, dari off air keluar kota,” ujarnya.

Dinar memposting sebuah judul berita online yang menyebut dirinya sebagai simpanan pejabat. Dia membantah dengan tegas tudingan tersebut.

“RFS bukan milik Dinar Candy tapi teman saya @safamarwah_97_ , check aja stnk atau BPKB-nya, plat no aku belakangnya DJ bukan RFS,” tulisnya.

“ngamuk ni aku klo di bilang simpenan soalnya aku cari duit jungkir Balik,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini