Presiden Jokowi Terus Upayakan Perdamaian Rusia dan Ukraina, Ini Penjelasannya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA Presiden Jokowi bertekad membangun ketertiban dunia dan kesejahteraan bersama sehingga dia menegaskan akan terus mengupayakan perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

“Kita sudah memulainya dengan kunjungan Saya ke Ukraina dan Rusia bulan yang lalu. Upaya ini akan terus kita lakukan dengan harapan akan membuahkan hasil di KTT G20 November yang akan datang di Bali,” ujar Presiden Jokowi Lantik Perwira TNI dan Polri Tahun 2022, Halaman Istana Merdeka, 14 Juli 2022.

Diupayakannya perdamaian kedua negara tersebut agar dunia terhindar dari krisis yang lebih besar lagi.

Presiden Jokowi menegaskan pandemi covid-19 yang sudah dua tahun melanda dunia belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Padahal, banyak negara sudah mengarah dan terjerumus dalam kebangkrutan seperti Sri Lanka.

Namun, kondisi tersebut diperparah dengan perang di Ukraina sehingga mengakibatkan krisis pangan, energi dan finansial di seluruh belahan dunia.

Ratusan juga orang jatuh miskin akibat peperangan dan instabilitas politik yang dibayangi radikalisme dan terorisme.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini