Disebut Hanya Sebagai Brand Ambassador, Ini Pemilik Asli Ayu Ting Ting Karaoke

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini mencuat kabar bahwa pedangdut Ayu Ting Ting dipolisikan usai adanya tiga orang yang meninggal di usaha karaoke miliknya di Bengkulu.

Ayu dilaporkan oleh keluarga SA, salah satu korban meninggal dunia. Ia dilaporkan atas tuduhan tindakan kelalaian, sehingga menyebabkan tewasnya ketiga korban.

“Kami melaporkan Ayu Rosmalina alias Ayu Ting Ting, pemilik tempat usaha dan manajemen karaoke Ayu Ting Ting Bengkulu,” kata kuasa hukum keluarga korban SA, Reno Ardiansyah.

Pedangdut yang juga merupakan ibu satu anak itu dilaporkan dengan dugaan pidana Pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

Dengan adanya tiga orang yang meninggal setelah menenggak miras oplosan, peran Ayu Ting Ting sebagai pemilik dipertanyakan terkait standar operasional prosedur (SOP) regulasi keluar masuknya makanan, minuman.

Namun, baru-baru ini juga beredar luas kabar yang menyatakan bahwa Ayu Ting Ting hanyalah berperan sebagai brand ambassador semata.

Pemilik asli Ayu Ting Ting karaoke ternyata adalah Rico Hidros yang merupakan suami dari aktris Angelica Simperler.

Rico Hidros dan Angelica Simperler
Rico Hidros dan Angelica Simperler

“Mungkin daripihak korban gak tahu pemilik brand itu siapa, harusnya ke manajemen Ayu Ting Ting karaoke keebetulan saya yang punya brandnya jadi harusnya ke saya,” ujar Rico Hidros.

“Jadi Ayu Ting Ting gak tahu apa-apa, dia cuma brand ambassador aja, saya lah pemilik brand, jadi masalah ini harusnya berputar hanya di saya dan manajemen Ayu Ting Ting Karaoke tidak menyerempet ke Ayu,” sambungnya.

Suami Angelica Simperler itu juga menjelaskan tewasnya pengunjung tempat karaokenya usai menenggak miras oplosan.

“Yang meninggal ada 3 korban, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Semuanya itu bukan meninggal di outlet, tapi di luar dari outlet. Mereka karaokean hari Kamis, ada yang meninggal hari Jumat sama Sabtu,” jelasnya.

Rico Hidros membenarkan korban yang meninggal dunia itu mengonsumsi miras di dalam outlet karaokenya.

Dia pun mengaku akan menelusuri lebih lanjut kasus ini soal kemungkinan ada oknum pekerja yang memperbolehkan miras oplosan itu masuk ke tempat karaokenya.

Ia menegaskan, di dalam kontrak terdapat aturan tertulis secara ketat mengatur kewajiban dan larangan bagi outlet di daerah untuk mematuhi semua aturan tanpa kompromi, sebagaimana telah ditetapkan pusat. Namun sayangnya outlet di Bengkulu kecolongan.

“Saya tadi kontak kontakan sama pihak sana, ada bukti CCTV saat tamu itu masuk, saat minuman itu dibawa masuk menggunakan kantong plastik, dan saat tamu check out,” jelasnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyidikan pihak kepolisian Bengkulu, namun oknum penjual miras oplosan sudah berhasil diamankan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini