Pria Wajib Tahu! 6 Tips Agar Kondom Tidak Rusak Saat Berhubungan Seks

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berapa kasus kondom rusak di tengah jalan atau terus robek setiap saat berhubungan seks.

Ada beberapa alasan mengapa ini terjadi. Jadi ikuti 6 tips ini dan pastikan kondom tidak rusak saat berhubungan seks.

Jangan Biarkan Kondom Terkena Suhu Ekstrim

Pastikan menyimpannya di tempat yang sejuk dan gelap. Jangan simpan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Jangan menyimpannya di tempat yang sangat dingin karena dapat mengeringkan karet dan membuatnya rapuh.

Jangan Gunakan Pelumas Berbahan Dasar Minyak

Jangan gunakan vaselin, minyak kelapa atau lotion sebagai pelumas. Semua pelumas berbahan dasar minyak dapat menyebabkan microtears pada kondom lateks.

Jangan Menggunakan 2 Kondom Secara Bersamaan

Melapisi pakaian di musim dingin sangat masuk akal, tetapi melapisi kondom saat berhubungan seks adalah kesalahan besar!

Kondom dirancang untuk digunakan satu per satu, bekerja sendiri. Bahkan akan merusak salah satu lapisan selama gesekan.

Gunakan Dengan Benar

Berlatihlah memakai kondom sebelum harus benar-benar tampil. Mengapa? Karena ada cara yang tepat untuk memakainya!

Pertama-tama periksa apakah ada kerusakan, lalu pegang pelek dengan lembut di satu tangan dan gunakan ibu jari dan telunjuk, jepit ujungnya, lalu gulung kondom ke bawah.

Jika menggunakan kondom internal, ingat itu hanya untuk vagina atau seks anal. Untuk menggunakannya, lepaskan cincin di dalam dan dorong dengan jarimu.

Gunakan Pelumas

Tidak, kondom saja tidak bisa dan tidak nyaman. Jika tidak menggunakan pelumas, pertama-tama akan sobek dan kedua, pasangan wanita bahkan mungkin merasa tidak nyaman.

Temukan Ukuran yang Benar

Belilah kondom yang cocok untukmu dan bukan karena murah! Ukuran kondom sangat penting. Jika terlalu kecil, itu pasti akan pecah jadi apa gunanya? Itu harus pas dan kamu harus bisa bergerak bebas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini