Dihujat Karena Nyanyikan Lagunya dengan Nada Tinggi yang Fals, Begini Tanggapan Keisya Levronka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Keisya Levronka makin dikenal berkat lagunya yang berjudul ‘Tak Ingin Usai’. Namun saat menyanyikannya secara langsung di atas panggung justru ia membawakan lagunya jadi fals saat memasuki nada tinggi.

Keisya pun dihujat karena dianggap gagal bawakan lagunya sendiri secara live. Ia pun mengaku malu karena videonya bernyanyi fals viral di media sosial hingga menuai cibiran.

Meski begitu, ia menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran dan mencoba untuk memperbaiki kesalahannya agar tak terulang lagi.

“Yang penting memperbaiki. I’m not sad, I’m good. Aku bacain komen gak apa-apa, aku terima,” katanya melalui siaran langsung di Instagramnya.

Ia justru mengucapkan terima kasih pada netizen karena sudah memberikannya saran dan kritik.

“Terima kasih, kalian udah memberi saran dan kritik. Aku malah seneng kok banyak yang ngasih kritik dan saran,” lanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini