Wisata ke Ancol Tetap Wajib Disiplin Prokes

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengelola Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) tetap memberlakukan protokol kesehatan (Prokes), terutama dalam rangka menghadapi libur sekolah yang mulai terasa.

Hal itu diungkapkan Corporate Communication Aryadi Eko Nugroho, Minggu 26 Juni 2022.

Jumlah pengunjung pada Sabtu 25 Juni 2022 tercatat 16 ribu orang, sedangkan minggu sebelumnya hanya 10 ribu orang.

“Hingga saat ini Ancol masih mengacu kepada aturan PPKM Level 1 yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Aturan itu dimulai dengan pembelian tiket yang wajib dilakukan secara online,” ujar Aryadi.

Seperti dilansir Antaranews, hingga saat ini, TIJA belum membuka penjualan tiket secara offline atau beli di loket.

Selain itu melakukan pemindaian PeduliLindungi dan hanya masyarakat dengan status vaksinasi warna hijau boleh masuk Ancol.

Pengunjung tetap wajib menggunakan masker, menjaga jarak dan memerintahkan petugas aktif berpatroli dan mengingatkan masyarakat yang lalai prokes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini