Wanita Waspada! Makanan Ini Bisa Sebabkan Tumor Payudara Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru – baru ini dunia hiburan tanah air dikejutkan dengan seorang artis cantik Mashanda yang membagikan kabar kondisi kesehatannya. Ia mengaku sudah mengidap tumor payudara selama satu tahun terakhir dan saat ini tengah mengjalani perawatan di Singapura.

Benjolan pada payudara kerap dikaitkan dengan penyakit kanker payudara. Meski demikian, tidak semua benjolan di payudara bersifat kanker dan mematikan.

Kanker payudara termasuk sebagai penyakit penyumbang angka kematian tertinggi di dunia yang terutama menyerang kaum hawa.

Sementara, penyakit tumor payudara jinak tidak demikian karena pada umumnya tidak terlalu membahayakan nyawa para penderitaya.

Selain itu, tumor payudara juga dapat berasal dari berbagai makanan yang kita makan sehari – hari. Apa saja ya? Ini dia beberapa makanan yang harus kita kurangi atau hindari untuk cegah tumor payudara..

  1. Daging Merah

Daging merah adalah salah satu jenis makanan penyebab tumor payudara. Yap, daging merah, termasuk daging sapi, domba, kambing, dan babi, mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi dibandingkan jenis daging lainnya, seperti daging unggas atau ikan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara daging merah dan peningkatan risiko tumor payudara. Terlebih jika Anda memasak daging merah pada suhu yang tinggi atau dibakar sehingga memicu proses pelepasan racun.

Selain itu, terlalu sering mengonsumsi daging merah juga berkaitan erat dengan risiko kanker pankreas, kolorektal, dan perut. Maka dari itu, sebaiknya batasi menyantap daging merah dengan jumlah maksimal 1800 gram per minggunya.

  1. Makanan Yang Mengandung Gula

Gula memang bukan jenis makanan penyebab tumir payudara secara langsung. Kendati demikian, terlalu sering mengonsumsi gula yang berasal dari aneka biskuit, es krim, madu, cokelat, dan lainnya, dapat meningkatkan risiko Anda terkena tumor payudara melalui peningkatan berat badan.

Sebuah studi menyebutkan bahwa makanan manis yang mengandung gula tinggi memengaruhi kerja insulin tubuh sehingga berpotensi menyebabkan resistensi insulin.

Resistensi insulin bisa membuat tubuh tidak dapat merespons insulin. Akibatnya, semakin banyak glukosa yang mengalir bebas dalam pembuluh darah.

Kondisi tersebut yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon estrogen dan androgen. Ketika produksi kedua hormon tersebut tidak dapat terkendali, maka risiko tumor payudara dapat meningkat.

  1. Makanan Kalengan

Makanan kalengan juga diduga kuat dapat menjadi faktor makanan penyebab tumor payudara. Beberapa jenis makanan kalengan, termasuk sayur-sayuran dan buah-buahan kalengan, pasta kaleng, dan sup kaleng.

Selain itu, makanan kalengan biasanya cenderung mengandung banyak tambahan gula, garam, dan pengawet. Berbagai bahan tambahan tersebut tentu saja tak sehat bagi tubuh apabila dikonsumsi terlalu banyak.

Reporter : Adinda Catelina Fadjrin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini