Ratusan Massa Gabungan Gelar Aksi Demo di Pemda Karawang, Menolak UU Ciptakerja

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Jelang hari kebangkitan nasional yang akan jatuh pada 20 Mei 2022, Federasi SERBUK dan Serikat Petani Karawang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemda Karawang, Kamis 19 Mei 2022.

Tercatat kurang lebih sekitar 100 massa gabungan mahasiawa, buruh dan serikat petani ikut turun ke jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ada tiga kampus di Karawang yang turun pada aksi yang bertema Karawang Memanggil yaitu, Universitas Singa Perbangsa Karawang, Universitas Buana Perjuangan dan Bina Sarana Informatika Karawang.
aaaaa

Ketua Departemen Hukum Advokasi Komite Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Federasi serbuk Nurdiansyah mengatakan, bahwa unjuk rasa yang digelar yaitu secara tegas menolak UU Ciptakerja, menolak revisi pembentukan undang, mempercepat UU Reforma Agraria dan disahkannya RUU PRT.

“Pada unjuk rasa kali ini dimana juga masih dalam momentum MayDay, kami bersama mahasiswa dan serikat petani menolak UU CIptakerja, mempercepat Reforma Agraria, dan disahkannya RUU pekerja rumah tangga,” katanya.

Menurutnya, aksi ini tidak hanya digelar di Karawang, beberapa daerah Komite Wilayah Federasi Serbuk juga menggelar aksi serupa.

“Berdasarkan Instruksi dari Ketua Umum Federasi Serbuk, aksi ini tidak hanya terjadi di Karawang, dibeberapa komite wilayah kita seperti Kalimantan, Sumatera Selatan, Jawa Tengah dan Jawa Timur juga menggelar aksi,” katanya.

Nudiansyah berharap, pemerintah segera merespon serta mengabulkan apa-apa yang menjadi tuntuan pada aksi yang digelar hari ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini