Jangan Khawatir, Daging Hewan Pernah Terjangkit PMK Aman Dikonsumsi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang beberapa waktu lalu dikabarkan meluas ke 10 provinsi di 40 kota/kabupaten di Indonesia membuat masyarakat khawatir.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S Rasmanan hewan yang terjangkit PMK tidak boleh disembelih, sedangkan hewan pernah terjangkit PMK namun sudah pulih saat disembelih masih boleh dikonsumsi dengan memasaknya di suhu 100 derajat selama setengah jam.

“Kalau sapi itu yang kena biar sembuh dulu baru boleh dipotong dengan catatan dimasak dalam 100 derajat dalam waktu setengah jam minimal, itu aman,” katanya.

Selama daging sapi sudah direbus atau digoreng selama setengah jam itu masih aman di konsumsi, untuk itu

Anas mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik dengan wabah PMK pada hewan. Selama hewan yang melalui tahap pemeriksaan dinyatakan bersih dari PMK maka dagingnya aman di konsumsi, walaupun setengah matang.

“Masyarakat jangan panik, kalau sapi sehat dimakan gak apa-apa mau disate juga mau di-steak juga, tapi bekas hewan yang ada gejala-gejala panas cepet lapor ke kami untuk minta verifikasi,” katanya.

aSejauh ini di Kota Bogor belum ada kasus hewan yang terjangkit PMK namun pemerintah kota tetap akan melakukan monitoring bersama dengan DKPP.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini