Gus Miftah Ngaku Merasa Berdosa kepada Deddy Corbuzier, Kenapa Ya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama Gus Miftah terseret pasca-viralnya podcast Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan gay, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert. Pendakwah itu mengaku berdosa pada Deddy.

Deddy dihujat netizen karena mengundang pasangan gay ke podcast. Banyak netizen yang menyindir status mualaf mantan suami Kalina Oktarany itu.

Tak hanya itu, sosok Gus Miftah pun terbawa-bawa. Dia dituduh memberikan ajaran menyimpang ke Deddy. Gus Miftah adalah sosok yang mendampingi Deddy saat memilih menjadi mualaf.

Hadir dalam podcast, Gus Miftah mengaku berdosa karena tidak bisa mendampingi Deddy secara kontinu sejak memutuskan menjadi mualaf.

“jujur gue merasa berdosa sama loe, karena nggak bisa ngedampingin, ngawal proses belajar dan sebagainya. Kita harus lebih intensif untuk komunikasi soal agama, menambah literasi dan sebagainya,” ujarnya.

“Kalau netizen bilang saya salah, kesalahan saya adalah tidak bisa membimbing loe secara kontinu. Gue nggak bisa nyalahin loe, gue juga salah dan gue siap untuk disalahkan. Saya introspeksi diri. Saya tidak mutlak menyalahkan netizen, saya juga salah,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini