Gelar Open House, Dinar Candy Siapkan THR Rp20 Juta

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dinar Candy akan menggelar open house saat merayakan Idulfitri di Bandung, Jawa Barat. Dia sudah menyiapkan THR sebesar 20 juta Rupiah.

Setelah dua tahun tak mudik, Dinar Candy akan pulang kampung dengan membawa oleh-oleh untuk dibagikan kepada orang tua dan keluarga besarnya.

“Bawa oleh-oleh, bawa kue buat mama, bawa buah-buahan dan bawa uang buat dibagiin. Kemarin ada beberapa yang sudah dikasih ke bapak buat dibagikan ke tetangga terdekat,” ujarnya.

Dibandingkan dengan sebelumnya, THR yang dipersiapkan Dinar Candy kali ini lebih sedikit jumlahnya. Hal itu karena belum lama ini dia sudah mengeluarka banyak uang untuk ibadah Umrah.

“Nanti Lebaran buat yang nggak kebagian, nanti dibagi lagi. Tahun ini mah Rp 20 jutaan. Kan kemarin uangnya habis di Mekkah,” katanya.

“Jadi sekampung itu habis salat Ied, nanti salam-salaman ke bapak kayak bikin open house. Insyaallah kalau ada uang aku bagikan lagi. Di sana aku juga sedekah Al-Quran,” ucapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini