Walau Tajir Melintir, Elon Musk Ternyata Masih Tunawisma Lho!

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES ­– Elon Musk terkenal sebagai orang terkaya sedunia berkat usahanya di bidang kendaraan transportasi, Tesla. Walau sudah dinobatkan sebagai orang terkaya, ternyata Elon Musk masih belum punya rumah lho!

Melansir dari Just Jared, Elon Musk masih tunawisma alias belum memiliki rumah pribadi. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tak memiliki rumah melalui wawancara dengan TED Talk.

Pendiri Tesla yang berusia 50 tahun ini mengatakan bahwa selama ini dirinya tinggal di rumah teman.

“Aku bahkan tidak memiliki tempat (tinggal) sekarang, aku benar-benar tinggal di tempat teman,” katanya.

Padahal, Elon telah memiliki penghasilan sekitar 264,6 miliar Dolar AS atau sekitar 3,8 triliun Rupiah atas namanya sendiri. Namun sampai saat ini ia mengaku belum memiliki rumah sendiri walau sudah sesukses itu.

Sementara itu, Elon juga belum lama ini membeli perusahaan media sosial Twitter. Sebelumnya ia telah membeli saham Twitter hampir sepenuhnya, yakni sebesar 9,2 persen.

https://www.youtube.com/watch?v=YRvf00NooN8&ab_channel=TED

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini