Drama Cina Adaptasi Drakor ‘A Robot in the Orange Orchard’ Mulai Tayang 28 Maret 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEIJING – Drama Cina atau biasa disingkat dracin sudah mulai digandrungi oleh netizen. Ada salah satu drama Korea atau drakor yang diadaptasi jadi dracin.

Melansir dari Weibo, dracin ‘A Robot in the Orange Orchard’ diadaptasi dari drakor ‘I’m Not a Robot’. Baru-baru ini drama tersebut telah merilis poster dan video teaser menjelang penayangan perdananya.

Drama Cina ini akan tayang pada Senin, 28 Maret 2022 melalui saluran Youku. Total episodenya ada 24.

Drama ini dibintangi oleh Leon Leong dan Sun Qian. Keduanya sama-sama sempat main peran bersama dalam drama ‘Meteor Garden’ yang rilis pada 2018.

‘A Robot in the Orange Orchard’ mengisahkan tentang Lu Sen (diperankan oleh Leon Leong) yang merupakan seorang pemimpin dari perusahaan teknologi dengan kecerdasan yang tinggi. Tapi ia memiliki alergi yang langka, yakni alergi pada manusia.

Dirinya hanya tinggal sendirian di rumah besarnya yang ditemani dengan kebun jeruk yang ia tanam bersama kedua orang tuanya.

Untuk mengobati alerginya, Yang Shan Shan (diperankan oleh Sun Qian) terpaksa harus menyamar sebagai pengganti robot canggih bernama Friday. Tapi Yang Shan Shan jadi merasa bersalah karena telah menipu Lu Sen, karena itu ia berusaha sebaik mungkin agar identitasnya tak terbongkar.

‘A Robot in the Orange Orchard’ bisa ditonton melalui platform layanan streaming Viu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini