Kecelakaan Mobil, Luka Personel D’Masiv Nggak Parah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Mobil yang ditumpangi beberapa personel D’Masiv mengalami kecelakaan pada Minggu 27 Maret. Semua dalam kondisi selamat, tapi mengalami beberapa luka.

Kabar kecelakaan yang dialami Rian dan satu personel D’Masiv lainnya, Wahyu dan Rama, diungkapkan istri Rian, Sri Ayu Murtisari via Instagram. Dia memposting kondisi mobil yang ringsek.

Mobil tersebut menabrak tiang yang langsung bengkok. Bahkan, mobil itu nyaris menabrak tembok di depannya. Meski kondisi mobil cukup parah, beruntung Rian selamat dan tak luka parah.

Via media sosial pribadinya, Rian mengabarkan kondisi dirinya dan beberapa personel D’Masiv lainnya usai mengalami kecelakaan di Jawa Timur.

“Kami mengalami kecelakaan di Situbondo saat perjalanan menuju Banyuwangi,” cuit Rian.

“Kondisi mobil rusak parah, tapi alhamdulillah saya, Rama, dan Wahyu selamat. Meskipun ada luka memar di mata kiri, Rama mendapat 5 jahitan di dagu, Wahyu memar di bagian dada,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini