Karya Terbaru Penyanyi Brigitta di 2022, Rilis Single ‘Gita, Cita, dan Harapan’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Penyanyi Brigitta memulai tahun 2022 dengan merilis single bertajuk ‘Gita, Cita, dan Harapan’.

Biasanya Brigitta menulis sendiri lagu-lagunya sendiri yang mayoritas melankolis. Tapi, di tengah pandemi Covid-19, Brigitta mencoba sesuatu yang baru dengan menggandeng penulis lagu.

“Saya ingin bikin lagu ceria dan membangkitkan harapan,” kata Brigitta, saat bertemu dengan singer-songwriter, Fiko Nainggolan.

Merasa cocok dan memiliki referensi musik yang sama, Brigitta meminta Fiko membuatkan lagu untuknya. Dalam waktu relatif singkat, lagu ‘Gita, Cita, dan Harapan’ pun selesai dan sesuai dengan yang diinginkan.

Fiko mempertemukan Brigitta dengan Rama Cristna, produser yang juga menggarap produksi lagu Irama Pantai Selatan, Orkes Kedai Sarinah dan lain-lain. Lagu ini akhirnya menjadi sesuatu yang utuh, bergaya samba dengan sentuhan Brazilian mood.

“Lagu ini cukup untuk membuat orang yang mendengar otomatis bergoyang karena irama conga yang diisi oleh Nino Bukir (Amal Gama) dan petikan gitar yang diisi oleh Gearda (Inoya House) yang juga memberi nuansa jazz,” ujarnya.

Berkolaborasi dengan teman-teman musisi andal dan asyik, proses pembuatan lagu menjadi menyenangkan dan penuh canda. Rencananya ‘Gita, Cita, dan Harapan’ akan dirilis pada 4 Maret 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini