Akhirnya, Red Velvet akan Gelar Konser Setelah 2 Tahun Hiatus

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Baru-baru ini, Red Velvet mengumumkan jadwal konsernya yang akan datang. Ini akan menjadi konser pertama mereka setelah dua tahun tiga bulan hiatus.

Melansir dari Allkpop, ini akan menjadi konser solo mereka yang diadakan secara live spesial dengan judul ‘2022 The ReVe Festival: Prologue’. Konsernya akan berlangsung pada 19 dan 20 Maret 2022 di SK Olympic Handball Stadium, Seoul.

Ini akan menjadi konser solo pertama sejak konser terakhir mereka pada November 2019 lalu dengan judul ‘Red Velvet 3rd Concert – La Rouge’.

Siaran langsung konser mereka akan berlangsung pada 20 Maret untuk para penggemar internasional melalui platform Beyond LIVE. Tiketnya akan tersedia khusus pengguna fan club mulai 23 Februari 2022 pukul 20.00 waktu setempat.

Transaksinya bisa dilakukan melalui Beyond LIVE, SMTOWN&STORE, dan Yes24. Tiket untuk umum akan mulai dijual setelah pengguna khusus, yaitu mulai 25 Februari 2022 pukul 20.00 waktu setempat.

Sementara itu, Red Velvet juga dikabarkan akan comeback pada Maret 2022 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini