Sedih! Wanita Ini Terpaksa Pisah Gegara Suami Gay, Akui Tak Pernah ‘Disentuh’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosial media digegerkan dengan kisah seorang wanita yang terpaksa harus mengkahiri rumah tangganya. Bukan tanpa alasan, hal ini lantaran ia mengetahui sang suami adalah gay alias pecinta sesama jenis.

Kisahnya viral setelah diunggah ke TikTok, @raisakuu20. Lewat postingannya, ia menceritakan bagaimana dirinya dulu dilamar dan dinikahkan oleh pria yang dicintainya.

@raisakuu20

Cerita singkat, mungkin udah jalannya Allah .. Ikhlas ~

♬ Naura Ayu Jalan Tengah cover by Kaleb J – Kaleb J

“Dilamar seperti ratu, dihancurkan seperti debu,” tulisnya di video itu.

Dari rekaman ceritanya, wanita yang disebut bernama Vera itu memperlihatkan awal mula dirinya dilamar dan menikah dengan pria yang tak ia sebutkan namanya.

Di pernikahannya yang baru seumur jagung, ia menemukan fakta bahwa sang suami adalah penyuka sesama jenis. Hal itu terbukti dari beberapa percakapan sang suami dengan pria yang dikencaninya.

Sontak, Vera pun memilih untuk mundur dan berpisah dengan sang suami. Apalagi, selama menikah, Vera mengaku sang suami tak pernah menyentuhnya layaknya pasangan sah.

“Everything is over, dan dia tidak mau menyentuhku bahkan hanya menganggapku sebagai pajangan,” ungkapnya.

Kisah Vera ini pun langsung ramai di media sosial. Netizen pun ramai-ramai memberi dukungan untuk Vera.

Hingga kini, video itu sudah ditonton lebih dari tujuh juta kali di TikTok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini