Tes PCR Atiqah Hasiholan dalam Sehari: PCR Pertama Positif, PCR Kedua Negatif

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris Atiqah Hasiholan membagikan pengalamannya melakukan dua kali tes PCR dalam satu hari. Hasilnya berbeda, positif dan negatif.

Atiqah menceritakan pengalamannya itu di Instagram Story. Tidak hanya dua kali, ternyata dia melakukan tes tiga kali dimana salah satunya adalah tes antigen.

“Dalam 1 hari: PCR Pertama – positif. Swab antigen – negatif. PCR kedua – negatif,” tulis Atiqah.

Atiqah mengaku dalam tiga hari terakhir rutin melakukan tes swab karena sedang menyelesaikan pekerjaan. Istri Rio Dewanto itu mengaku tidak merasakan gejala sama sekali.

“Btw yes ga ada gejala… Cuma karena lagi intense ada kerjaan dan salah satu teman ada yg positif , jadi untuk saling ngejaga intens ngecek,” katanya.

“And yes lagi… setelah hasil PCR pertama positif, langsung PCR sekeluarga dan hasilnya semua negatif. Alhamdulillah,” ujarnya.

Belakangan sedang heboh beberapa selebritas tanah air yang melakukan tes PCR dua kali dengan hasil berbeda, seperti yang dialami komika Mo Sidik dan Caren Delano.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini