Besok, Pengurus Baru PBNU akan Dikukuhkan di Kalimantan

Baca Juga

MATA INDONESIA, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan, Kalimantan akan menjadi tempat pengukuhan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rencananya pengukuhan yang berlangsung di Balikpapan Sport and Convention Center Dome Balikpapan ini akan dihadiri Presiden Joko Widodo pada Senin 31 Januari 2022.

”Hari ini persiapan sudah 90 persen,” ujar Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat berada di rumah KH Samsul Hadi, Ketua PCNU Penajam Paser Utara, Sabtu 29 Januari 2022.

PBNU juga akan membangun kantor PBNU di ibukota baru di kawasan Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Pencanangan kantor baru ini akan berlangsung Minggu 30 Januari 30 Januari 2022. Selain akan membangun kantor baru, PBNU juga membangun rumah sakit, kampus serta pesantren di Ibu Kota Negara Nusantara.

Panitia juga menyediakan tes swab PCR bagi seluruh pengurus yang akan hadir dalam pelantikan. Swab PCR mulai Sabtu hingga Minggu 30 Januari 2022. Swab dengan cara jemput bola mendatangi lokasi menginap para pengurus yang hadir.

”Semua pengurus, panitia dan undangan harus swab PCR. Jadi kami mengimbau untuk undangan bisa membawa hasil swab PCR ketika datang ke lokasi,” kata Gus Ipul.

Prinsipnya, kata Gus Ipul, pengukuhan pengurus baru dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Di lokasi pengukuhan hanya akan dibatasi maksimal 300 orang. Selain Presiden dan Wakil Presiden, sejumlah menteri, pejabat tinggi negara, para Duta Besar negara-negara sahabat serta forkopimda Kalimantan Timur juga akan hadir. Sejumlah tokoh lintas agama serta ketua-ketua organisasi keamanan juga diundang.

Sebanyak dua orang perwakilan masing-masing Pengurus Wilayah NU se Indonesia juga akan datang. Sedangkan pengurus cabang hingga ranting NU hanya bisa mengikuti pengukuhan melalui live streaming melalui kanal YouTube NU Online.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini