Kondisi Timnas Indonesia Siap Tempur Dua Kali Lawan Timor Leste

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kondisi fisik pemain timnas Indonesia secara umum sudah siap tempur menghadapi pertandingan internasional (FIFA matchday) melawan Timor Leste pada 27 dan 30 Januari 2022.

Indonesia akan menghadapi Timor Leste di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Timor Leste dipilih setelah sebelumnya Bangladesh mundur karena beberapa faktor.

Pelatih Shin Tae-yong memanggil 27 pemain untuk laga ini termasuk nama-nama yang tampil di Piala AFF 2020 di Singapura. Mayoritas pemain berusia di bawah U-23 karena sekaligus menjadi persiapan tampil di Piala AFF U-23 pada Februari mendatang.

Tiga pekan setelah tampil di Piala AFF 2020, stamina para pemain mengalami sedikit penurunan. Tapi, tim pelatih fisik sudah memberikan latihan untuk mengembalikan kondisi terutama penguatan otot-otot.

“Sudah lewat tiga minggu setelah Piala AFF 2020 di Singapura. Setelah pulang dari Singapura ada karantina satu minggu dan masing-masing (pemain) pulang ke klub. Jadi penguatan otot pemain berkurang,” kata pelatih fisik timnas Indonesia, Shin Sang-gyu, di channel YouTube PSSI.

“Kondisi pemain kurang maksimal karena ada pertandingan liga dua kali seminggu. Kita sudah latihan conditioning, jadi untuk pertandingan nanti tidak ada masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Alfreanda Dewangga bertekad membawa timnas Indonesia meraih kemenangan lawan Timor Leste untuk memperbaiki peringkat FIFA.

“Kondisi anak-anak sangat bagus jelang pertandingan FIFA Matchday lawan Timor Leste pada 27 dan 30 Januari. Kami ingin meraih kemenangan untuk memperbaiki peringkat FIFA,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini