Indonesia dan Asia Akan Dapat Kendalikan Covid-19 Lebih Baik dari Benua Lain

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia dan banyak negara Asia lainnya diprediksi akan dapat mengendalikan pandemi covid-19 dengan lebih berkelanjutan.

Hal itu dibandingkan negara belahan dunia lainnya seperti Eropa maupun Amerika.

Hal itu diungkapkan epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono melalui pesan yang dilihat Selasa 25 Januari 2022.

“Penduduk Indonesia dan banyak negara Asia ternyata lebih cerdas dalam menghadapi pandemi dibandingkan penduduk di benua Amerika dan Eropa,” ujar Pandu.

Menurut pendapatnya, peran publik sangat esensial untuk mengakhiri pandemi dengan mengubah status menjadi endemi.

Caranya dengan melengkapi vaksinasi Covid-19 sampai mendapat booster ditambah dengan disiplin memakai masker walaupun sudah lengkap divaksinasi.

Bila ada gejala di saluran napas, lakukan tes dan atau isolasi mandiri. Istirahat yg cukup dan konsumsi makanan yg bernutrisi. Kita semua bisa selamat

Menyimak data Worldometers.info, kondisi Covid-19 terutama dengan “serangan” varian omicron mengalami lonjakan kasus yang sangat tinggi hingga kasus hariannya mencapai puluhan ribu hingga ratusan ribu per hari.

Sedangkan, kasus harian di Asia relatif lebih kecil. Lonjakan kasus hingga ratusan ribu hanya dialami India terakhir dengan angka 255 ribu pada Senin 24 Januari 2022.

Sedangkan Turki ada di posisi kedua dengan angka kasus harian 67 ribuan, sebagian besar di bawah 10 ribu termasuk Indonesia yang kini sedang mengalami kenaikan akibat serangan Omicron.

Angka kasus harian Indonesia, Selasa 25 Januari 2022 adalah yang tertinggi setelah kurva pandemi melandai enam bulan terakhir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Energi dan Teknologi Indonesia–Jepang Perkuat Ketahanan Nasional di Tengah Geopolitik Global

Oleh: Andika Ramadhan*Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggerakkan diplomasi strategis melaluikunjungan resmi ke Jepang guna memperkuat kolaborasi energi dan teknologi sebagaifondasi masa depan Indonesia. Langkah ini tidak hanya dimaknai sebagai penguatanhubungan bilateral, tetapi juga sebagai respons adaptif terhadap dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta ketahananenergi dunia.Dalam beberapa tahun terakhir, lanskap global menunjukkan kecenderungan meningkatnyafragmentasi ekonomi, disrupsi rantai pasok, serta volatilitas harga energi akibat konflikgeopolitik di berbagai kawasan. Dalam konteks tersebut, Indonesia memandang pentinguntuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara maju yang memiliki kapasitasteknologi tinggi dan stabilitas ekonomi kuat, seperti Jepang.Kunjungan Presiden menghadirkan pertemuan penting dengan Kaisar Jepang, Naruhito, sertajajaran pemerintah Jepang, termasuk Perdana Menteri Sanae Takaichi. Pertemuan tingkattinggi ini menjadi simbol kuat dari kesinambungan hubungan kedua negara yang telahterjalin selama puluhan tahun, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas cakupankerja sama yang lebih relevan dengan tantangan global saat ini.Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut merupakanlangkah konkret dalam memperkuat fondasi persahabatan kedua negara. Ia menyebutkanbahwa pembahasan mencakup sektor strategis seperti perdagangan, teknologi, pendidikan, kehutanan, dan lingkungan. Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya memperluaspeluang ekonomi, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini