Keren! Iko Uwais Jadi Peran Utama di Film Netflix ‘Fistful of Vengeance’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama aktor Iko Uwais semakin buat bangga Indonesia dalam aksi berlaganya di film-film manca negara. Nah, baru-baru ini Netflix merilis trailer dari film terbarunya yang berjudul ‘Fistful of Vengeance’.

Hal ini diketahui melalui unggahan trailer dari akun YouTube resminya yang diposting belum lama ini, yaitu pada 20 Januari 2022. Film ini akan menampilkan kembalinya bintang laga kebanggaan Indonesia, Iko Uwais, yang mana ia berperan sebagai pembunuh berkekuatan super Kai.

‘Fistful of Vengeance’ ini akan berfokuskan pada karakter Kai Jin yang diperankan oleh Iko Uwais. Ia harus menghadapi Triad China yang memiliki kekuatan kuno mematikan dengan nama ‘Wu Xing’.

Selain Iko Uwais, ada sejumlah artis ternama lainnya yang akan ikut berperan dalam film ini. Di antaranya ada Lewis Tan (yang pernah berperan dalam film Deadpool 2), JuJu Chan Szeto, Jason Tobin (pernah berperan dalam film Fast & Furious: Tokyo Drift), dan masih banyak lagi.

Rencananya film ini akan tayang di platform layanan streaming Netflix pada 17 Februari 2022 mendatang.

Sementara itu, Iko Uwais juga baru saja menyelesaikan syutingnya dengan Jason Statham untuk film terbaru dari ‘The Expendables 4’. Film ini rencananya juga akan tayang di bioskop pada 2022 ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini