James Cook Terpukau dengan Keindahan Pulau Tonga

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUKU’ALOFA –  Kapten James Cook seorang penjelajah asal Inggris yang memiliki rasa penasaran kuat. Ia suka mengunjungi tempat-tempat yang belum terjamah manusia. Dia adalah orang Eropa pertama yang mengunjungi Hawaii, dan orang Eropa kedua yang berhasil mencapai Selandia Baru.

Namun, yang paling diingat dari seorang James Cook adalah penjelajahannya melintasi Lingkaran Antartika bersama krunya pada tanggal 17 Januari 1773. James Cook tercatat sebagai orang pertama yang melihat Lingkaran Antartika. Kapten memerintahkan krunya untuk mengitari daratan es dua kali lagi sebelum kembali ke rumah.

James Cook
James Cook

Saat berlayar kembali ke Inggris, mereka mengunjungi banyak tempat lain termasuk Pulau Paskah, Marquesas, Tahiti, Kepulauan Society, Niue, Kepulauan Tonga, Hebrides Baru, Kaledonia Baru, Pulau Norfolk, Pulau Palmerston, Kepulauan Sandwich Selatan, dan Georgia Selatan.

Di kepulauan Tonga, James Cook tercengang. karena selain alamya Indah, penduduknya juga ramah.

Membentang lebih dari 8.000 kilometer di garis Utara – Selatan, Tonga berbatasan dengan Fiji, Wallis, dan Futuna di Barat Laut, Samoa di Timur Laut, Niue di Timur, Kermadec di Barat Daya, serta Kaledonia Baru dan Vanuatu di Barat Jauh.

Negara kepulauan yang terletak di Barat Daya Samudera Pasifik ini memiliki 177 pulau. Namun hanya 52 pulau saja yang ada penduduknya, dengan jumlah 103.000 jiwa. Adapun 70 persen penduduknya, menetap di pulau Tongatapu.

Umumnya, pulau-pulau yang ada di Barat Tonga berisi berbagai gunung berapi. Sementara pulau-pulau di Timur Tonga memiliki permukaan yang cenderung rendah di bawah permukaan laut.

Lalu, penduduk asli Pulau Tonga siapa?

Menurut hasil penelitian dari DNA kuno, Matthew Spriggs, profesor dari Australian National University sekaligus salah satu peneliti, mengatakan bahwa suku pertama yang hidup di Tonga berasal dari Asia, sangat mirip dengan DNA orang Filipina dan Taiwan.

Kala itu mereka tengah melakukan penjelajahan, namun ketika melihat sebuah pulau yang tak berpenghuni, mereka langsung memutuskan untuk menetap dan menjadi manusia pertama yang hidup di sana.

Reporter: Intan Nadhira Safitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini