5 Zodiak Perempuan yang Mendominasi Hubungan Asmara, Kamu?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada beragam jenis perempuan dan pria di dunia. Beberapa dari mereka tunduk, patuh, pendiam, dan lebih percaya pada tindakan daripada kata-kata.

Sementara yang lain, terlihat mengendalikan dan mendominasi dalam hubungan asmara. Melansir Times of India, berikut daftar zodiak perempuan yang cenderung mendominasi hubungan asmara.

Taurus

Perempuan Taurus memiliki seperangkat standar yang mereka ingin semua orang dalam hidup mereka untuk mengikuti, terutama pasangan mereka. Para perempuan berzodiak Taurus cenderung ingin mengendalikan kehidupan pasangannya, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan kariernya. Mereka berusaha keras untuk mendapatkan pasangan mereka di bawah kendali mereka.

Virgo

Perempuan dari tanda zodiak Virgo, suka memiliki kemandirian dan kebebasan berpikir. Atribut ini cenderung membuat mereka mendominasi pasangannya. Mereka percaya bahwa mendominasi pasangan mereka adalah cara terbaik untuk menjaga mereka tetap terkendali. Jika diberi pilihan, mereka akan memilih untuk menikah dengan orang yang sifatnya penurut.

Scorpio

Sementara perempuan Scorpio suka menganggap diri mereka sebagai seorang profesional dalam hal mendominasi pasangan. Mereka pandai memainkan permainan pikiran dan memanipulasi dengan menggunakan teknik. Menariknya, mereka mendapatkan kesuksesan dalam mendominasi pasangannya.

Sagitarius

Sedangkan perempuan Sagitarius mengeluarkan sisi dominasi mereka ketika mereka harus menyelesaikan sesuatu. Jika mereka ingin menyelesaikan sesuatu yang tidak mereka sukai, mereka akan mendominasi pasangan mereka sehingga segala sesuatunya dapat diselesaikan. Itu bisa apa saja mulai dari pekerjaan rumah tangga hingga pekerjaan sehari-hari lainnya.

Capricorn

Perempuan berzodiak Capricorn sering menjadi tipe yang egois dan ingin menyelesaikan segala sesuatu dengan cara yang sesuai dengan kemauannya. Mereka suka mengontrol tindakan pasangannya dan membuat mereka berperilaku atau mengikuti sesuai keinginan mereka.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Renovasi Hunian Layak untuk Papua, Strategi Pemerintah Percepat PemerataanPembangunan

Oleh : Loa Murib Renovasi hunian layak di Papua bukan sekadar program fisik pembangunan rumah, melainkanstrategi besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkankualitas hidup masyarakat di Tanah Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, danekonomi, kebijakan perumahan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadifondasi penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayahperkotaan Indonesia bagian barat, tetapi juga menjangkau wilayah timur secara adil danberkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahandan Kawasan Permukiman yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dukungannya terhadap realisasiprogram Tiga Juta Rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Program tersebutdinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompokberpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian terjangkau dan layak huni. Dorongan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan peluang program tersebut menjadisinyal kuat bahwa pembangunan perumahan tidak dapat berjalan parsial. Tito Karnavianmemandang bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam mengangkat harkatdan martabat masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Dukungan regulatif pun diperkuat dengan kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang harusditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa percepatanpembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dankeberpihakan kebijakan. Optimalisasi Mal Pelayanan Publik di daerah juga menjadi instrumen penting untuk memangkaswaktu dan biaya perizinan. Dengan proses yang lebih cepat dan transparan, pembangunan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera direalisasikan tanpa terhambat proseduradministratif yang berlarut-larut. Pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah inilah yang menjadi kunci agar program nasional benar-benar berdampak nyata di lapangan. Di Papua, respons terhadap kebijakan tersebut tampak progresif. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menggenjot program bantuanperumahan melalui berbagai skema, mulai dari rumah subsidi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan rumah susun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerahtidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang solusi yang sesuaidengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua masih cukuptinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari realitas sosial di mana satu rumah kerap dihuni olehbeberapa generasi sekaligus. Dalam konteks budaya Papua yang menjunjung tinggi ikatankekerabatan, pola hunian multigenerasi menjadi hal lumrah. Namun di sisi lain, keterbatasanruang dan kualitas bangunan yang belum memadai dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas keluarga. Karena itu, target pembangunan dan renovasi rumah di Papua pada 2026 menjadi langkahstrategis. Direncanakan sekitar 14 ribu unit rumah akan dibangun melalui berbagai skemabantuan, dengan tahap awal mencakup sekitar 2.100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini