Amerika Serikat Dihebohkan dengan Fenomena Hujan Ikan!

Baca Juga

MATA INDONESIA, TEXARKANA – Penduduk di Texarkana – sebuah kota di perbatasan timur Texas dan Arkansas, Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan fenomena langka yang terjadi di kota tersebut.

Pada pertengahan pekan lalu, beberapa warga Texarkana melaporkan bahwa mereka menemukan ikan kecil yang jatuh dari langit saat badai menerpa wilayah tersebut. Beberapa warga juga mengabadikan fenomena langka tersebut dan mengunggahnya di media sosial.

Para ahli mengatakan bahwa fenomena tersebut dapat terjadi ketika angin puting beliung mengambil kehidupan laut, seperti ikan atau katak, ke langit sebelum mereka jatuh ke bawah.

“Tetapi tidak ada bukti puting beliung atau banjir parah di Texarkana yang menjelaskan apa yang dilaporkan,” menurut ahli meteorologi National Weather Service, melansir Dallas News, Senin, 3 Januari 2022.

Ikan yang jatuh dari langit di Texarkana selama badai pada Rabu (29/12) tergeletak tak bernyawa di tanah Orr Maxx, sebuah dealer mobil di kota.

Brandon Thorne, seorang ahli meteorologi untuk NWS Shreveport, mengatakan garis badai bergerak melalui Texarkana pada Rabu sore, tetapi tidak ada peringatan yang dikeluarkan sehubungan dengan badai tersebut.

Ketika warga Texarkana mulai menelepon mengenai ikan yang jatuh dari langit, Thorne mengatakan bahwa dinas cuaca melihat kondisi di daerah tersebut, dan apa yang mungkin menyebabkan fenomena langka itu terjadi.

Thorne mengatakan tidak ada data yang membuktikan terjadinya puting beliung di daerah tersebut, dan mengatakan para ahli meteorologi tidak menerima laporan saksi mata tentang puting beliung dari badan air di dekat Texarkana.

“Ketika kami melihat badai dan kembali dan melihat data, kami benar-benar tidak menemukan apa pun yang menunjukkan bahwa ada jenis puting beliung. Jujur saja, kami agak bingung bagaimana itu terjadi,” sambungnya.

Warga dari setidaknya empat lokasi berbeda di kota itu melaporkan melihat ikan jatuh dari langit, menurut Texarkana Gazette. Dalam sebuah unggahan di Facebook, pejabat kota Texarkana mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima laporan tentang ikan yang jatuh ke tanah.

“2021 mengeluarkan semua trik… termasuk menghujani ikan di Texarkana hari ini. Dan tidak, ini bukan lelucon,” tulis postingan tersebut.

Bregan Brown, ahli biologi Taman dan Margasatwa Texas, mengatakan laporan tentang seekor hewan jatuh dari langit bukanlah hal yang aneh, karena burung pemangsa terkadang menjatuhkan mangsanya.

“Ketika Anda mendapatkan banyak hewan jatuh dari langit di tengah peristiwa cuaca, itu bisa tampak sangat menakutkan, tetapi sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Brown.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dukung Implementasi PP Tunas

Oleh: Raka Mahendra PutraUpaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di ruang digital semakin menunjukkanarah yang tegas dan terukur, terutama melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atauyang dikenal sebagai PP Tunas. Kebijakan ini tidak hanya menjadi instrumen hukum semata, tetapi juga mencerminkan komitmen kolektif antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, serta masyarakat luas dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi generasi muda di tengah derasnya arus teknologi informasi.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankanpentingnya keterlibatan aktif orang tua, tenaga pendidik, dan lingkungan sosial dalammendampingi anak saat berinteraksi dengan media sosial. Menurutnya, kehadiran orang tua tidakcukup hanya sebatas pengawasan, melainkan harus mampu membangun komunikasi yang terbuka dan memberikan edukasi yang memadai terkait risiko di dunia digital. Pendampinganyang tepat akan membantu anak memahami batasan serta memanfaatkan teknologi secara bijaksesuai dengan tahap perkembangan mereka.Arifah Fauzi juga menyoroti bahwa implementasi PP Tunas tidak akan berjalan optimal tanpadukungan penuh dari lingkungan terdekat anak. Ia menegaskan bahwa peran keluarga danmasyarakat menjadi fondasi utama dalam membentuk perilaku digital anak yang sehat. Dalamhal ini, Kementerian PPPA bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta berbagaipemangku kepentingan lainnya terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakantersebut, khususnya terkait pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.Sejak diberlakukan pada 28 Maret 2026, PP Tunas telah mengatur secara jelas bahwa platform digital tidak diperkenankan memberikan akses pembuatan akun kepada anak di bawah usiatersebut. Bahkan, platform juga diwajibkan untuk menonaktifkan akun-akun yang dinilaiberisiko tinggi. Pada tahap awal implementasi, delapan platform digital besar menjadi fokuspengawasan, yakni Youtube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X atau Twitter, Bigo Live, dan Roblox. Kebijakan ini diterapkan secara bertahap guna memastikan kesiapan semua pihaksekaligus menjaga efektivitas pelaksanaannya.Di sisi lain, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengajak institusipendidikan untuk turut mengambil peran strategis dalam menyukseskan kebijakan ini. Ia menilaibahwa sekolah merupakan ruang penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan teknologiyang sehat. Oleh karena itu, pendekatan melalui penguatan budaya screen time, screen zone, danscreen break atau yang dikenal dengan konsep 3S menjadi langkah konkret yang dapatditerapkan di lingkungan sekolah.Abdul Mu’ti menegaskan bahwa PP Tunas tidak bertujuan melarang penggunaan gawai secaratotal, melainkan mengatur agar penggunaannya selaras dengan kebutuhan pendidikan danperkembangan anak. Dengan pendekatan yang tepat, teknologi justru dapat menjadi alat bantupembelajaran yang efektif, bukan sebaliknya menjadi sumber distraksi atau bahkan ancamanbagi perkembangan anak.Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan tingkat penggunaaninternet...
- Advertisement -

Baca berita yang ini