Innalillahi, Pemain Persikabo Meninggal Dunia karena Kecelakaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANYUWANGI – Kabar duka datang dari dunia sepak bola tanah air. Pemain Persikabo U-18, Raychan Adji meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

Insiden itu terjadi di Banyuwangi, Senin 3 Januari 2021 pagi WIB. Saat itu, kendaraan yang ditumpangi Raychan mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menuju Bali.

Menurut dirlantas Polda Jawa Timur, Raychan sempat dibawa ke puskesmas Wongsorejo karena mengalami geger otak berat. Sayang, nyawanya tak terlong dan meninggal dunia.

Selain Raychan, salah satu personel tim transportasi Persikabo, Amirullah, juga meninggal dunia. Saat ini tim Persikabo sedang berada di Bali untuk persiapan menghadapi Arema FC, Rabu 5 Januari 2021.

“Raychan menjadi pemain andalan saat Tira Persikabo U-16 menjadi juara kompetisi usia muda Elite Pro Academy (EPA) U-16 tahun 2019,” ujar Media Officer Persikabo, Nandang Permana Sidik, kepada Minews.id, Senin 3 Januari 2021.

“Musim ini Raychan juga didapuk sebagai kapten tim Tira Persikabo U-18 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18.  Mari kita panjatkan doa, agar almarhum mendapatkan tempat yang baik di sisi Allah SWT, Amiin,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini