Sutradara Drama ‘Snowdrop’ Ngebet Ingin Jisoo ‘Blackpink’ Perankan Youngro

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Konferensi pers baru aja digelar untuk drama yang dinanti-nanti penggemar, ‘Snowdrop’. Acaranya pun hanya menghadirkan Jisoo BLACKPINK, Jung Haein, dan sutradara dari ‘Snowdrop’.

Konferensi pers telah digelar pada Kamis 16 Desember 2021 waktu setempat. Dalam sesinya, sutradara dari drama ‘Snowdrop’ ini mengatakan bahwa ia gak kepikiran juga bahwa yang memerankan karakter Youngro adalah seorang artis yang beru debut (rookie).

Melansir dari Heraldpop, ia mengaku bahwa awalnya ia dan penulis telah menyiapkan karakter Youngro. Namun belum tau siapa yang akan memerankan karakter tersebut.

Hingga pada akhirnya ia memilih salah satu member BLACKPINK, Jisoo, untuk memerankannya karena dirasa udah cocok. Alhasil sang sutradara harus segera menemui, memohon, dan meminta Jisoo untuk pergi ke agensi untuk menerima tawarannya.

Drama ini merupakan debutnya Jisoo sebagai aktris. Selama proses syuting, sutradara pun terkagum dengan bakat akting Jisoo.

Sementara itu dalam serial drama ini mengusung genre thriller dan misteri. Selain itu juga ada unsur suspence, action, dan komedi.

Dramanya dikemas dengan kisah cinta yang berpadu jadi satu dengan begitu baik. Ceritanya ada sebuah kisah cinta yang memilukan antara dua orang yang berlatar era 1987.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini