Pesawat Garuda Gagal Antar Jemaah Haji ke Madinah Karena Sistem Hidraulik Rusak

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Pesawat Garuda Indonesia pengangkut jemaah haji yang melakukan return to base ke Bandara Hasanuddin Makassar, Rabu 17 Juli 2019 karena mengalami kebocoran hidraulik. Pesawat itu gagal mengantar jemaah haji Makassar ke Madinah.

Hal tersebut diungkapkan Vice President Coporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan.

Menurut Rosan, pesawat yang take off pukul 19.05 Waktu Indonesia Timur (WIT) meminta kembali ke bandara asal setelah 2,5 jam mengudara.

Pesawat tiba kembali di Bandara Hasanuddin sekitar pukul 00.30 WIT. Kloter 14 yang menumpang pesawat tersebut akhirnya diberangkatkan Kamis pukul 06.00 WIT menggunakan pesawat yang sebelumnya mengangkut jemaah haji kloter 13.

Keterlambatan pemberangkatan tersebut juga diakui Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji, Akhmad Jauhari.

Menurutnya penundaan tersebut membuat semua rencana yang sudah disusun harus direvisi ulang terkait penyewaan bus hingga katering.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini