Waduh, Gugatan Keponakan Prabowo Dituding Melampaui Tenggat

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Gugatan keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo terhadap hasil sengketa pemilu legislatif 2019 dituding telah melampaui tenggat yang ditetapkan.

Saraswati adalah calon legislatif Partai Gerindra untuk DPR RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta II .

“Pemohon telah melakukan perbaikan sekaligus mengajukan satu pemohonan baru pada 31 Mei 2019, padahal sama sekali belum pernah disinggung atau dituangkan dalam permohonan awal,” ujar kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Absar Kartabrata di ruang sidang Panel I, Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Selasa 16 Juli 2019.

Selain itu, pihak yang berhak menggugat tersebut bukan perorangan seperti dirinya melainkan partai politik yang menaunginya dalam hal ini Partai Gerindra.

Dalam permohonannya, Saraswati mempersoalkan dugaan hilangnya suara yang seharusnya dia dapatkan yaitu 29.556 suara.

Dia memprediksi seharusnya memperoleh 373.687 suara, namun KPU menetapkan hanya 344.131 suara.

Pada persidangan itu kuasa hukum KPU meminta Mahkamah Konstitusi menyatakan permohonan tersebut tidak bisa diterima.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini