Hindari Gelombang Ketiga Covid-19, Polres Bekasi Gelar Patroli dan Operasi Yustisi

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEKASI – Menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19, Polres Bekasi meningkatkan patroli dan operasi yustisi di tempat kuliner dan berkumpul lainnya. Pelanggarnya akan ditindak tegas.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan, menegaskan tidak akan ragu menindak mereka yang melanggar terutama tidak sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 57 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 Covid-19 wilayah Jawa-Bali.

“Sekarang kan sudah turun dari level 2 ke level 1, kegiatan masyarakat berjalan lagi, ini yang perlu pengawasan ketat,” ujar Hendra, Jumat 5 November 2021.

Hal yang akan dilakukan Polres Bekasi itu akan melakukan operasi yustisi di tempat-tempat keramaian.

Hendra tak ingin jajarannya lengah dengan kondisi yang membaik ini dengan tetap memantai penegakkan protokol kesehatan.

Kapolres Bekasi menegaskan akan melakukan edukasi penegakkan protokol kesehatan hingga tingkat RT.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Membuka Ruang Aspirasi, Mahasiswa Papua Harus Utamakan Dialog dan Menjaga Persatuan

Oleh: Samuel Wenda*Papua terus bergerak menuju masa depan yang lebih baik melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pelayanan publik, serta penghormatan terhadap keberagaman sosial dan budaya. Dalam proses tersebut, pemerintahmenunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah. Pendekatan yang mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi menjadi modal penting dalammemastikan setiap kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuatpersatuan di Tanah Papua.Penyampaian aspirasi oleh mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang dijamin dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Aspirasi yang disampaikan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab menjadi masukan yang berharga bagi penyempurnaan berbagai kebijakanpembangunan. Oleh karena itu, kehadiran lembaga-lembaga negara yang bersedia menerima, mendengar, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat menunjukkan bahwa pemerintah terusmemperkuat tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan terbuka.Komitmen tersebut tercermin dari sikap Anggota DPR Papua sekaligus tokoh intelektual, tokohadat Port Numbay, dan tokoh agama, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini