Hindari Gelombang Ketiga Covid-19, Polres Bekasi Gelar Patroli dan Operasi Yustisi

Baca Juga

MATA INDONESIA, BEKASI – Menghadapi kemungkinan terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19, Polres Bekasi meningkatkan patroli dan operasi yustisi di tempat kuliner dan berkumpul lainnya. Pelanggarnya akan ditindak tegas.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bekasi, Komisaris Besar Hendra Gunawan, menegaskan tidak akan ragu menindak mereka yang melanggar terutama tidak sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 57 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 Covid-19 wilayah Jawa-Bali.

“Sekarang kan sudah turun dari level 2 ke level 1, kegiatan masyarakat berjalan lagi, ini yang perlu pengawasan ketat,” ujar Hendra, Jumat 5 November 2021.

Hal yang akan dilakukan Polres Bekasi itu akan melakukan operasi yustisi di tempat-tempat keramaian.

Hendra tak ingin jajarannya lengah dengan kondisi yang membaik ini dengan tetap memantai penegakkan protokol kesehatan.

Kapolres Bekasi menegaskan akan melakukan edukasi penegakkan protokol kesehatan hingga tingkat RT.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini