Ini Foto Perempuan Cantik yang ‘Ngamar’ Bareng Andi Arief Sambil Nyabu

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief ditangkap karena kasus narkoba pada Senin 4 Maret 2019 di Jakarta. Yang mencengangkan, pendukung calon presiden Prabowo Subianto tersebut ternyata diciduk bersama teman perempuannya.

Dari foto-foto yang beredar di kalangan wartawan, perempuan yang ‘ngamar’ bareng Andi ternyata ‘panlok’ cantik. Namun, belum diketahui siapa nama perempuan tersebut. Tampak perempuan berkulit putih itu mengenakan baju berwarna merah muda.

Sebelumnya diberitakan, Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis membenarkan soal penangkapan terhadap Andi Arief ini. Penangkapan dilakukan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat. “Ya benar,” kata Komjen Idham Azis.

Tim Bareskrim menggeledah kamar yang ditempati Andi Arief termasuk menggeledah kamar mandi. Penggeledahan dilakukan terkait pencarian barang bukti narkoba. Dari foto-foto yang beredar, tampak sejumlah barang yang dikumpulkan di atas meja. Ada sejumlah bungkus rokok, minuman dan sedotan.

Yang pasti perempuan itu bukan istri sah Andi Arief. Artinya, perempuan tersebut kemungkinan besar disewa untuk melayani nafsu Andi Arief dan menemaninya pesta sabu.

Buat yang penasaran siapa sih wanita yang bersama Andi Arief di kamar Hotel Peninsula, ini fotonya:

(Ryan Virgiawan)

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini