Kesuksesan PON Bukti Papua Sangat NKRI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD turut memberikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan PON Papua. Menurutnya, kesuksesan kegiatan itu menjadi bukti kalau masyarakat Papua sangat mencintai Indonesia.

“Semakin yakin kita, bahwa Papua ini sangat NKRI. Yang separatis, yang memberontak dan yang bikin kerusuhan hanya sedikit sekali dan di tempat tertentu saja. Di Papua, urusan NKRI sudah selesai,” kata Mahfud dalam keterangan tertulis dikutip Minggu, 17 Oktober 2021.

Mahfud juga melihat gelaran PON yang berlangsung aman dan kondusif sejak pembukaan hingga penutupan menjadi pembuktian Indonesia yang mampu membentuk kebersamaan di Papua.

Apalagi, selama acara berlangsung, masyarakat Papua dan Pemerintah Daerah terlihat kompak mendukung acara tersebut. Ini juga menjadi bukti rakyat Papua memang mendukung NKRI.

“Mereka kompak, menyatakan kebersatuan dan dukungannya kepada NKRI. Dari Gubernur dan rakyat senantiasa meneriakkan NKRI dan mengumandangkan Indonesia raya,” ujarnya.

Mahfud meyakini masyarakat Papua memang sangat NKRI. Ini juga sebagai bentuk bantahan dari gerakan separatis yang kerap menyuarakan pembebasan dan kemerdekaan Papua.

Semua pihak dalam PON Papua justru mampu menyelenggarakan aktivitas yang penuh disiplin dan sportif, bahkan beberapa cabang berhasil memecahkan rekor nasional dan dunia.

Tentunya ini bisa menjadi bukti kebersatuan Indonesia yang memang kuat. Mahfud menghaturkan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat Papua, Pemerintah Daerah, Aparat Keamanan, dan semua pihak yang sudah terlibat dalam kegiatan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

UU PPRT Disambut Hangat, Buruh Apresiasi LangkahNyata Pemerintah

Oleh: Donny Hutama )*Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak penting dalam perjalanan kebijakanketenagakerjaan nasional. Regulasi ini tidak hanya menandai hadirnyanegara dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektordomestik, tetapi juga menjadi jawaban atas aspirasi panjang yang telahdiperjuangkan selama lebih dari dua dekade.Momentum pengesahan UU PPRT disambut hangat oleh kalangan buruhyang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah konkret pemerintahdalam menghadirkan keadilan. Dukungan ini mencerminkan adanyakepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah yang semakin responsifterhadap kebutuhan pekerja, khususnya kelompok yang selama ini beradadi sektor informal.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, memandang pengesahan UU PPRT sebagai kemenangan bagipekerja rumah tangga di seluruh Indonesia. Ia menilai kehadiran regulasiini menjadi bukti nyata bahwa negara telah memberikan perlindunganyang layak setelah proses perjuangan yang panjang. Ia juga menekankanbahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komunikasi intensif antarapemerintah dan serikat pekerja yang berlangsung secara konstruktif.Lebih lanjut, Andi Gani mengungkapkan bahwa dialog yang terjalin antarapemerintah, parlemen, dan kalangan buruh sebelumnya telah membukaruang pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk RUU PPRT. Menurut Andi Gani, proses tersebut menunjukkan bahwa pendekatankolaboratif mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak padakepentingan masyarakat luas.Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai pengesahan UU PPRT sebagai tonggak sejarah bagi pekerja sektor domestik. Ia menegaskanbahwa regulasi ini merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan danpenghidupan yang layak. Dengan demikian, negara memiliki kewajibanuntuk memastikan seluruh pekerja, termasuk pekerja rumah tangga, mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.Puan juga menekankan bahwa UU PPRT membawa perubahanmendasar dalam struktur hubungan kerja pekerja rumah tangga. Hubungan yang sebelumnya bersifat informal kini diarahkan menjadihubungan kerja formal yang memiliki kepastian hukum. Langkah ini dinilaipenting untuk memberikan pengakuan yang lebih kuat terhadap profesipekerja rumah tangga sebagai bagian dari sistem ketenagakerjaannasional.Regulasi tersebut turut mengatur berbagai aspek penting, seperti bataswaktu kerja yang wajar, hak atas waktu istirahat, serta hak cuti dalamberbagai kondisi. Selain itu, perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam undang-undang ini. Pemerintah dipandang memiliki peran strategis dalam memastikanimplementasi kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.Puan menilai bahwa kehadiran UU PPRT juga memberikan kepastian bagipemberi kerja dalam menjalankan hubungan kerja yang lebih profesional. Dengan adanya aturan yang jelas, potensi konflik dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis danberkeadilan.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, melihatpengesahan UU PPRT sebagai bentuk nyata dari semangat emansipasiperempuan yang terus hidup hingga saat ini. Ia menilai bahwa tanpaperlindungan hukum, gagasan emansipasi hanya akan menjadi retorikatanpa makna. Oleh karena itu, kehadiran UU...
- Advertisement -

Baca berita yang ini