Tuman! Wajah Predator Seksual Reinhard Sinaga Babak Belur

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Predator seksual paling produktif di Inggris, Reinhard Sinaga babak belur dihajar oleh korban terakhirnya yang ia pikat untuk datang ke apartemennya. Foto wajahnya yang tak karuan pun kini tersebar luas di dunia maya.

Reinhard yang kasusnya menggemparkan dunia itu terlihat babak belur, dengan dua matanya membiru. Memar juga terlihat di dahinya dengan strip yang menempel di pelipis matanya, setelah salah satu korbannya dengan gagah berani menghajarnya.

Namun, foto babak belur Reinhard ternyata bukan yang terbaru. Foto itu diambil tahun 2017, ketika pria berusia 38 tahun itu pertama kali ditangkap oleh aparat kepolisian Greater Manchester.

Foto wajah babak belur Reinhard untuk yang pertama kalinya rilis, menjelang film documenter BBC berjudul “Catching a Predator” ditayangkan.

Reinhard yang merupakan pemerkosa obsesif menyerang lebih dari 200 pria di Inggris. Ia dipenjara seumur hidup tahun lalu, setelah selama lebih dari satu dekade ia menjalankan aksi bejatnya.

Kejahatannya yang mengerikan baru terungkap setelah mahasiswa Universitas Manchester itu ditemukan berlumuran darah di lantai kamar mandi apartemennya di Princess Street di pusat kota Manchester pada Juni 2017.

Reinhard babak belur dihajar oleh salah satu korbannya yang merupakan pemain rugby –yang berhasil melarikan dari apartemen Reinhard yang berada di dekat Gay Village. Meski begitu, korban Reinhard menghubungi pihak medis untuk merawat sang predator seksual.

Korban terakhirnya adalah kunci untuk membuka kedok dari aksi bejatnya selama ini, yakni menargetkan seorang pria dan membawa mereka ke apartemennya sebelum membius mereka dengan GBH atau GBL.

Sebagai catatan, Gamma Hydroxybutyrate (C4H8O3) atau GHB adalah depresan sistem saraf pusat yang biasa dikenal sebagai “obat kelab” atau “obat pemerkosaan”.

Di pasaran, obat GHB dikenal pula dengan nama Liquid X, ekstasi cair, ‘bocah asal Georgia’, jus, sabun, scoopcherry meth, nitro biru, Oop, Gamma-oh, Grievous bodily ham, Mils, G, G cair, dan Fantasi (Fantasy).

“Halo, saya baru saja, saya keluar tadi malam dan kemudian seseorang membawa saya ke rumahnya. Dan dia tidak membiarkan saya meninggalkan rumahnya, dia akhirnya mencoba memperkosa saya,” kata salah satu korban Reinhard Sinaga.

“Saya mencoba mendorongnya menjauh, saya berlumuran darah karena saya mencoba memukulnya untuk menjauh dari saya. Dia menjebak saya di rumahnya. Saya tahu (memukulnya) adalah tindakan kekerasan, tetapi saya harus melakukannya untuk menghentikan aksinya,” sambungnya, melansir The Sun.

“Saya pikir dia mungkin tertangkap jadi, jika Anda harus, Anda mungkin harus menelepon ambulans karena saya sudah, saya harus memukulnya beberapa kali untuk menjauhkannya dari saya.

Reynhard Sinaga dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, karena terlibat 159 kasus kekerasan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu kurang lebih dua tahun, dari 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

Akan tetapi, aparat kepolisian percaya bahwa Reinhard telah menyerang setidaknya 206 korban selama satu dekade. Pada persidangan, hakim mengatakan bahwa Reynhard menggunakan “obat pemerkosaan” (date rape drug) GHB dalam melancarkan aksinya. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini