Profil Demas Narawangsa, Musisi yang Taklukan Hati Eva Celia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sosial media dibuat gemas dengan momen lamaran musisi Eva Celia dengan Demas Narawangsa. Putri Sophia Latjuba itu dilamar tepat di hari ulang tahunnya.

Momen bahagia mereka itu sontak mencuri perhatian netizen. Bahkan, tak sedikit yang merasa kepo dengan sosok Demas, calon suami Eva Celia.

Demas merupakan seorang drummer, komposer, dan produser ia kelahiran Jakarta, 9 April 1993. Demas sudah terkenal di dunia musik jazz indonesia dan kerap banyak mendampingi musisi-musisi besar, seperti Dewa Budjana dan Tohpati.

Ia diketahui pernah berkuliah di Los Angeles College of music dan sudah lulus tahun 2015. Demas juga pernah pentas di luar negeri. Salah satunya ketika ia tampil mengiringi konser Sheila Majid di los Angeles, Amerika Serikat pada 2015 lalu.

Demas pun sering mendampingi Eva Celia dalam bermusik. Keduanya kerap bersama dalam satu panggung dan Demas juga ada dalam pembuatan lagu Eva Celia yang bertajuk And So It Begins.

Demas juga pernah mendapatkan tiga nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards pada 2018 dan 2020 lalu. Pada 2018 ia mendapatkan nominasi Karya Produksi Instrumentalia Terbaik dan Artis Jazz Instrumentalia Terbaik.

Tahun 2020 ia mendapatkan nominasi untuk kategori Karya Produksi Progressive atas karyanya yang bertajuk Alternate Reality.

Kini, sosok Demas semakin menjadi sorotan terlebih usai melamar Eva Celia.

Hal tersebut di liat dari postingan Instagram dari Sophia Latjuba pada selasa, 21 September 2021. Penuh dengan rasa penuh dan bahagia, Eva Celia pun langsung menangis melihat kekasihnya melamar dirinya. Ia langsung menerima lamaran dan memeluk Demas dengan pernah kasih sayang.

Reporter : Firda Padila

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini