Indonesia Jadi Anggota G 20 Karena Potensi Ekonomi Kita Besar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia menjadi anggota G20 atau Group of Twenty, Indonesia karena memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan kuat.

G20 merupakan forum utama kerja sama ekonomi internasional yang anggotanya terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa serta perwakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB). Kelompok negara ini mencerminkan 85 persen ekonomi dunia.

Negara-negara tersebut adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Tujuan pembentukannya pada 26 September 1999 adalah mendiskusikan kebijakan-kebijakan untuk mewujudkan stabilitas keuangan internasional. Forum ini berupaya menemukan solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan global pada 1997-1999 dengan melibatkan negara-negara berpendapatan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik seperti Indonesia.

Indonesia menjadi anggota forum internasional tersebut sejak pertama dibentuk dan pada Oktober 2021 untuk pertama kalinya akan mengambil alih kepemimpinan forum tersebut dari Italia dan bisa mengendalikannya hingga akhir tahun 2022.

Indonesia dimasukkan sebagai Negara G20
Alasan Indonesia diajak bergabung karena dunia melihat kita sebagai emerging economy yang mempunyai skala ekonomi besar meski saat itu negara kita masih dalam tahap pemulihan setelah dihantam krisis ekonomi tahun 1997-1998.

Potensi itu dilihat dari sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Alasan lainnya karena Indonesia dianggap mewakili kelompok negara berkembang, kawasan Asia Tenggara, dan dunia Islam.

Dengan jumlah penduduk nomor empat di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat, Indonesia menggambarkan potensi pasar yang besar bagi produk-produk dunia.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, Indonesia dinilai bisa berperan sebagai jembatan peradaban yang dapat menunjukkan kepada peradaban barat bahwa Islam itu bisa menyesuaikan dengan demokrasi dan dapat menjadi referensi bagi negara-negara berkembang lainnya.

Keuntungan G20 bagi Indonesia
Menjadi anggota forum G20, Indonesia bisa mendapat informasi lebih awal mengenai perkembangan ekonomi global, potensi risiko yang akan terjadi, serta kebijakan ekonomi yang diterapkan negara lain terutama negara maju. Maka, Indonesia akan mampu menyiapkan kebijakan ekonomi terbaik. (Annisaa Rahmah)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG 3T: Pemerataan Program Gizi Nasional

Oleh : Andika PratamaPendekatan pemerataan pembangunan tidak dapat hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk ke wilayah perkotaan atau dari pesatnya pembangunan infrastruktur di pusat-pusatekonomi. Tolok ukur keberhasilan pembangunan nasional juga terletak pada kemampuan negara menghadirkan layanan dasar secara adil hingga menjangkau masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dalam konteks tersebut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis yang menunjukkan komitmen pemerintah untukmemastikan tidak ada warga negara yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pemenuhan giziyang layak. Kehadiran skema khusus MBG bagi wilayah 3T merupakan bukti bahwa pemerintahmemahami tantangan geografis Indonesia sekaligus berupaya menghadirkan solusi yang adaptifterhadap kondisi di lapangan.Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional bersama Badan Komunikasi Pemerintah menunjukkankeseriusan dalam merancang mekanisme khusus pelaksanaan MBG di daerah 3T. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menjelaskan bahwa karakteristik wilayah 3T berbeda dengan kawasan perkotaan sehingga membutuhkan skema pelayanan tersendiri. Kondisigeografis yang sulit dijangkau, jumlah penduduk yang relatif sedikit, hingga keterbatasaninfrastruktur menjadi faktor yang menyebabkan model pelayanan konvensional melalui SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi belum sepenuhnya dapat diterapkan secara optimal. Pernyataantersebut mencerminkan bahwa pemerintah tidak sekadar memaksakan satu pola kebijakannasional, melainkan memilih pendekatan yang lebih fleksibel agar manfaat program benar-benardapat dirasakan masyarakat sesuai kebutuhan masing-masing daerah.Langkah pemerintah untuk mengevaluasi berbagai alternatif mekanisme distribusi juga menunjukkan adanya kebijakan yang berbasis pada realitas lapangan. Pemanfaatan kantinsekolah sebagai salah satu opsi pelayanan merupakan bentuk inovasi yang patut diapresiasi. Namun pemerintah juga memahami bahwa tidak seluruh sekolah di wilayah 3T memiliki fasilitastersebut. Karena itu, berbagai alternatif lain masih terus dikaji agar pelaksanaan MBG tetapberjalan efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Program MBG sesungguhnya memiliki dimensi pembangunan yang jauh lebih luas dibandingsekadar penyediaan makanan bergizi. Program ini menjadi investasi jangka panjang dalammenciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, produktif, dan mampu bersaing di tingkatglobal. Perbaikan status gizi sejak usia dini akan berkontribusi terhadap penurunan angkastunting, peningkatan kemampuan belajar anak, serta penguatan kualitas pendidikan nasional. Dalam jangka panjang, kualitas sumber daya manusia yang lebih baik akan meningkatkan dayasaing bangsa, termasuk dalam berbagai indikator pendidikan internasional seperti Programme for International Student...
- Advertisement -

Baca berita yang ini