Album NCT 127 ‘Sticker’ Tembus 2,12 Juta Kopi Dalam 2 Hari!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – SM Entertainment baru saja mengonfirmasi salah satu artis naungannya nih gaes. Album ketiga dari NCT 127 ‘Sticker’ berhasil tembus hingga 2,12 juta kopi loh!

Padahal album ini belum masuk tanggal perilisannya. Namun album ‘Sticker’ sudah habis terjual hingga lebih dari 2,12 juta kopi dalam masa pra penjualanan.

Pada hari pertama masa pre-order, album ini telah mencapai hingga lebih dari satu koma tiga juta kopi pada 16 September. Berdasarkan info dari Newsen, album ketiga NCT 127 ini memiliki peningkatan penjualanan hingga 300 persen dari album keduanya ‘NCT #127 Neo Zone’.

Album ‘Sticker’ rilis pada 17 September pukul 13.00 waktu setempat. Lagu-lagu yang akan masuk ke dalam albumnya kali ini terdiri dari judul lagu ‘Sticker’, ‘Lemonade’, ‘Breakfast’, ‘Focus’, ‘The Rainy Night’, ‘Far’, ‘Bring the Noize’, ‘Magic Carpet Ride’, ‘Road Trip’, ‘Dreamer’, dan ‘Promise You’.

Lagu ‘Sticker’ akan menjadi lagu title mereka sesuai dengan nama albumnya. Dalam rangka menyambut comeback, mereka akan melakukan siaran langsung melalui akun resmi YouTube NCT 127 pada 18 September pukul 13.00 waktu setempat.

Selain melalui YouTube, saluran televisi MTV Asia dan SBS MTV juga akan menyiarkannya pada waktu yang sama.

NCTzen udah beli albumnya belum? Atau kamu adalah salah satu yang termasuk dalam angka itu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini