Tampil di Met Gala 2021, Rose BLACKPINK Jadi Artis K-POP Perempuan Pertama

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Member ‘BLACKPINK’, Park Chae Young atau dikenal Rose, menjalani debut pertamanya di Metropolitan Museum Art’s Constume Institute Gala alias Met Gala 2021.

Met Gala merupakan sebuah acara penggalangan dana yang dihadiri oleh berbagai selebritas papan atas dengan sentuhan fashion berkelas.

Rose BLACKPINK di Met Gala 2021

Terlihat Rose yang tampil di karpet merah bersama perancang busana cum direktur kreatif Saint Laurent, Anthony Vaccarello. Rose hadir sebagai brand ambassador untuk merek Saint Laurent, rumah mode yang didirikan oleh Yves Saint Laurent.

Hadirnya Rose membuat catatan pertama atau sejarah baru bagi K-POP karena ia menjadi artis perempuan K-POP pertama yang hadir dalam acara Met Gala 2021. Tak hanya Rose, rapper Korea CL pun hadir dalam acara tersebut.

Dalam acara tersebut Rose tampil dengan gaya simple dengan menggunakan gaun hitam yang terdapat aksen pita putih besar di bagian dada.

Rose juga mengenakan sepatu hak hitam, kalung coker serta anting yang menjuntai panjang dan tentu saja dengan ciri khas rose yaitu dengan rambut blondenya yang diikat.

Gaun yang dipakainya merupakan koleksi musim dingin dari Saint Laurent. Dengan gaya simple namun elegan membuat rose tampil cantik di acara Met Gala 2021.

Reporter: Alinda Puspitasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini