Soda Gembira Gak Boleh Diminum, Benarkah?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Udah lama beredar rumor susu soda atau lebih terkenal dengan soda gembira itu gak boleh untuk kita konsumsi loh, gaes. Selama ini kita mengonsumsinya, bagaimana menurut dokter?

Dilansir dari Alodokter, secara medis belum ada studi mengenai larangan mengonsumsi soda gembira. Namun, jika mengcampurkan susu dan minuman soda akan menghasilkan reaksi kimiawi dan terjadi penggumpalan.

Pasalnya, minuman karbonasi terdapat kandungan gula dan kalori yang tinggi. Sedangkan susu mengandung kaya akan nutrisinya.

Jadi jika mengcampurkannya, maka soda akan bereaksi dalam penyerapan kalsium yang terdapat pada susu. Hal ini dapat mengganggu pencernaan dan menimbulkan gejala diare, mual, kram perut, dan muntah.

Selain itu, soda juga gak baik untuk kita konsumsi loh. Sebab, kandungan dalam soda dapat memicu terjadinya kerusakan gigi, obesitas, penyakit gula, diabetes melitus, serangan jantung, stroke, dan osteoporosis.

Jadi saran dokter tidak boleh mengonsumsi soda terlalu sering dan lebih baik untuk meminum susu agar ketahanan tubuh tetap terjaga. Jika Anda memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas, pilihlah susu yang mengandung kadar lemak yang rendah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini