Tangkap Presiden Alpha Conde, Militer Kudeta Pemerintah Guinea

Baca Juga

MATA INDONESIA, CONAKRY – Prajurit pemberontak di Guinea menahan Presiden Alpha Conde pada Minggu (5/9) setelah berjam-jam terjadi baku tembak terdengar di dekat istana presiden di ibu kota Conakry. Televisi di negara tersebut mengumumkan bahwa militer telah melakukan kudeta terhadap pemerintah.

Perbatasan negara ditutup dan konstitusinya dinyatakan tidak sah dalam pengumuman yang dibacakan di televisi negara oleh Kolonel Angkatan Darat Mamadi Doumbouya. “Tugas seorang tentara adalah menyelamatkan negara,” tegasnya.

“Kami tidak akan lagi mempercayakan politik kepada satu orang. Kami akan mempercayakannya kepada rakyat,” kata Doumbouya, yang mengenakan bendera Guinea dengan sekitar setengah lusin tentara lainnya diapit di sisinya, melansir Associated Press News.

Namun, tidak segera diketahui berapa banyak dukungan yang dimiliki Doumbouya di dalam militer atau apakah tentara lain yang setia kepada presiden lebih dari satu dekade mungkin berusaha untuk merebut kembali kendali.

Blok regional Afrika Barat yang dikenal sebagai ECOWAS dengan cepat mengutuk perkembangan tersebut, mengancam sanksi jika Conde tidak segera dibebaskan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk setiap pengambilalihan pemerintah dengan kekuatan senjata.

Keberadaan Conde tidak diketahui selama berjam-jam setelah pertempuran sengit akhirpekan kemarin di pusat kota Conakry sampai sebuah video muncul yang menunjukkan pemimpin berusia 83 tahun itu lelah dan kusut dalam tahanan militer.

Militer kemudian merilis pernyataan yang mengatakan Conde telah melakukan kontak dengan dokternya. Tetapi mereka tidak memberikan batas waktu untuk melepaskannya dan menegaskan bahwa semuanya baik-baik saja.

“Ketika saatnya tiba, kami akan mengeluarkan pernyataan,” demikian pernyataan pihak militer.

Conde, yang berkuasa selama lebih dari satu dekade, telah melihat popularitasnya merosot sejak ia mencari masa jabatan tiga tahun lalu, dengan mengatakan bahwa batasan masa jabatan tidak berlaku untuknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini