Hari Ini Tak Ada Lagi Zona Merah Penularan Covid-19 di Sumatera Utara

Baca Juga

MATA INDONESIA, MEDAN – Seluruh Sumatera Utara saat ini sudah tidak didapati zona merah atau daerah berisiko tinggi penularan Covid-19.

Hal tersebut dikutip dari laman covid19.go.id pada Kamis 2 September 2021. Tiga daerah yang sebelumnya merupakan zona merah tersisa yaitu Kota Medan, Kabupaten Toba dan Simalungun kini masuk kategori zona oranye atau risiko penularan sedang.

Keempat belas zona oranye di Sumatera Utara itu seperti dilansir Antaranews adalah Pakpak Bharat, Samosir, Tanjungbalai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Labuhan Batu Selatan dan Labuhan Batu Utara.

Selain itu, Labuhan Batu, Serdang Bedagai, Padang Lawas, Karo, Binjai, Padangsidempuan, Langkat, Asahan dan Pematangsiantar.

Dengan demikian jumlah zona oranye menjadi 17 kabupaten/kota. Sementara daerah dengan zona kuning atau risiko penularan rendah masih ada 14 kabupaten/kota.

Daerah zona kuning itu adalah Nias Barat, Tapanuli Tengah, Nias, Dairi, Padang Lawas Utara, Sibolga, Mandailing Natal, Batubara, Gunungsitoli, Tapanuli Selatan, Humbang Hasundutan, Nias Utara, Tapanuli Utara, dan Nias Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini