Viral! Karyawan Curhat Digaji Pakai Pulsa, Netizen Usul Lapor ke Disnaker

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Waktu gajian memang selalu dinantikan para karyawan. Tapi, apa jadinya ya kalau gajian kamu justru dikirim sebagai pulsa?

Seperti yang lagi viral baru-baru ini. Heboh kisah seorang karyawan yang menceritakan jerih payahnya dibayar lewat pulsa.

Cerita itu diunggah akun Twitter, @jogmfs. Lewat cuitannya, ia memposting foto saldo pulsa yang ia dapatkan dari atasannya dan berniat menjual pulsa itu agar menjadi pundi-pundi uang tunai.

“Jog Tolong yang pake telkomsel kalau butuh pulsa beli di aku yaa. Nanti bayarnya sesuai nominal aja gapapa, Gajiku bulan ini soalnya berupa pulsa tsel ini, aku sedih,” tulisnya, Minggu 29 Agustus 2021.

Dari gambar yang diunggah, pemilik akun tersebut mendapat gaji pulsa sebesar 1,5 juta Rupiah. Namun, ia bingung karena pulsa tak bisa dijadikan alat transaksi.

Alhasil kejadian ini bikin netizen heboh. Banyak yang menyuruh pemilik akun itu untuk melaporkan hal tersebut ke Disnaker.

Sementara itu, seorang dengan akun Twitter, @dapuriskha mengatakan bahwa kisah itu merupakan miliknya.

Ia pun mengatakan bahwa gaji yang ditransfer lewat pulsa itu bukanlah dari perusahaan besar. Melainkan upah dari hasil peneliatannya.

“Hanya mau klarifikasi ya. Kalau gajiku ini gaji penelitian. Tidak pada perusahaan besar ya,” tulis akun itu.

Meski begitu, netizen tetap memberi komentar terkait postingan itu. Banyak dari mengatakan meski gaji penelitian juga seharusnya bukan berupa pulsa.

“Gaji penelitian kok dimasukin ke pulsa ? Temenku gaji penelitian nya di transfer ke rekening bank,” kata akun jsuhmanis.

“Ini perusahaannya berupaya menghindari pajak atau gimana ya? Masa ke pulsa,” kata akun ranirica.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini