Viral! Wanita Bongkar Mertua yang Hobi Pamer Kerjaan Anak, Aslinya Gak Modal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dalam rumah tangga, sering kali sosok mertua menjadi momok menakutkan bagi sang pasangan. Merek aberpikir mertua adalah orang yang sering ikut campur dalam mebina rumah tangga.

Hal serupa nyatanya dirasakan oleh wanita satu ini. Ceritanya viral di sosial media setelah membongkar sifat sang mertua yang membuatnya kesal.

Wanita yang tak diketahui identitasnya itu bercerita mertuanya sering pamer kerjaan anaknya pada orang-orang. Padahal, menurut pengakuan wanita itu, dialah yang sudah memberikan modal pada sang suami.

Viral! Wanita bongkar mertua hobi pamer pekerjaan anak (mak_inpoh)

“Mertua gue selalu bangga-banggain anaknya yang udah mapan, padahal dia tahu dia gak modalin apa-apa, cuma bawa baju doang,semua gue yang kasih, kerjaan gue yang kasih,” tulis wanita itu diunggah oleh akun Instagram, @mak_inpoh.

Tak hanya itu, wanita tersebut juga mengatakan fasilitas yang ia punya bukanlah hasil dari snag suami, melainkan dirinya sendiri.

“Semua uang yang dipake uang gue, dan gue yang beli rumah dan mobil dari sebelum nikah,” tulisnya.

Alhasil, unggahan wanita itu mengundang beragam komentar netizen. Banyak yang mengalami hal serupa dan ikut curhat tentang pengalaman mereka dengan sang mertua.

“Harusnya mertua dikasih tau klu dsitu ada istri yg bantuin bukan cuma uang suami semua,” kata akun andinibella.

“Adaa kok adaaa. Malah ngrendahin menantu. Ehh ehh padahal yg ngasih semua itu menantu,” kata akun ami_cemy.

“Mertua klaim rumah punya anaknya.. Padahal itu aku udah punya dari sebelum nikah,” tulis akun heiradwi.

Hmm, giaman menurut kamu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini