Merasa Dilecehkan, Mantan Presiden Bolivia Coba Bunuh Diri

Baca Juga

MATA INDONESIA, LA Paz – Mantan Presiden Bolivia, Jeanine Anez dilaporkan melukai dirinyai dengan cara menyayat lengan bagian bawahnya saat berada di penjara pada hari Sabtu (21/8).

Hal ini terungkap dari pengacaranya, Norka Cuellar yang mengatakan kepada media lokal setelah polisi mengkategorikan aksi Anez sebagai bagian dari percobaan bunuh diri.

“Ini adalah teriakan minta tolong dari mantan presiden. Dia merasa sangat dilecehkan,” kata sang pengacara, Norka Cuellar kepada wartawan, melansir Reuters, Minggu, 22 Agustus 2021.

“Dokter datang dan menemukannya dengan luka. Di pergelangan tangan kirinya ada tiga luka, mereka telah menjahitnya,” kata Cuellar.

Anez ditahan pada awal tahun ini atas tuduhan bahwa ia berpartisipasi dalam kudeta untuk menggulingkan mantan Presiden Evo Morales tahun 2019. Namun, ia membantah tuduhan itu dan mengatakan dia adalah korban penganiayaan politik. Meski begitu, ia tetap harus di penjara sambil menunggu persidangan.

Menteri Dalam Negeri Bolivia, Eduardo del Castillo sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa Anez tampaknya mencoba melukai dirinya sendiri dan menambahkan sang mantan presiden sekarang dalam kondisi stabil.

“Apa yang terjadi adalah dalam definisi percobaan bunuh diri,” kata Douglas Uzquiano, kepala unit anti-kejahatan khusus (FELCC) polisi nasional, kepada televisi lokal.

Anez sempat dibawa ke rumah sakit dari penjara (18/8), yang merupakan perjalanan rumah sakit ketiganya dalam dua pekan terakhir. Dokter mengatakan ia menjalani pemeriksaan thorax dan menderita hipertensi. Usai pemeriksaaan dan perawatan, Anez kemudian dikembalikan ke penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Semangat Partisipasi Desa

Oleh: Adnan Ramdani )*Pembangunan desa merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomiyang inklusif dan berkelanjutan. Ketika desa memiliki kapasitas ekonomi yang kuat, kesejahteraan masyarakat akan meningkat secara merata dan ketimpangan antarwilayah dapatditekan. Berangkat dari semangat tersebut, pemerintah menghadirkan Program KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai strategi memperkuat ekonomi kerakyatanberbasis gotong royong. Program ini tidak hanya bertujuan membentuk kelembagaanekonomi di tingkat desa, tetapi juga membangun partisipasi aktif masyarakat agar menjadipelaku utama pembangunan ekonomi di lingkungannya sendiri. Semangat kebersamaan yang menjadi ruh koperasi diharapkan mampu menghidupkan kembali nilai-nilai kolektif yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia.KDMP hadir dengan pendekatan yang berbeda. Pemerintah tidak sekadar membentukkoperasi sebagai badan usaha, tetapi juga mendorong pengelolaan yang profesional, transparan, dan berbasis potensi lokal. Melalui koperasi, masyarakat desa diharapkanmemperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, distribusi hasil produksi, pengadaankebutuhan pokok, hingga pengembangan usaha mikro dan kecil. Dengan demikian, koperasitidak hanya menjadi tempat berhimpun anggota, tetapi berkembang menjadi pusat aktivitasekonomi desa yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa KDMP merupakanbagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa sekaligusmemperpendek rantai distribusi kebutuhan masyarakat. Menurutnya, koperasi akan menjadiinstrumen yang menghubungkan petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, hingga konsumendalam satu ekosistem ekonomi yang lebih efisien. Ia menyampaikan bahwa keberhasilanprogram ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat desa, karena koperasi pada hakikatnya dibangun dari, oleh, dan untuk masyarakat. Dengan semakin luasnya partisipasiwarga, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sinergiantarkementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan agar operasionalKDMP berjalan optimal. Menurutnya, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembagaekonomi, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkanproduktivitas desa, menjaga stabilitas pasokan pangan, serta membuka peluang usaha barubagi generasi muda. Oleh karena itu, pemerintah mendorong setiap desa untuk memanfaatkanpotensi unggulannya sehingga koperasi dapat berkembang sesuai karakteristik ekonomi lokal.Menteri Desa dan Pembangunan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini