Buat yang Penasaran, Ini Alasan James Gunn Nggak Hadirkan Superman di ‘The Suicide Squad’

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Sutradara ‘The Suicide Squad’, James Gunn membeberkan alasannya tak menghadirkan tokoh Superman. Ada ada sih sebenarnya?

Selama tahap awal pengembangan film tersebut, Superman dibayangkan sebagai penjahat potensial untuk ‘The Suicide Squad’, tetapi ide itu akhirnya dibatalkan.

Sebagai gantinya, film tersebut menggunakan penjahat DC Comics klasik, Starro the Conqueror sebagai antagonis utama.

Superman memulai menjadi bagian DCEU (DC Extended Universe) di ‘Man of Steel’ pada 2013. Sejak itu, dia selalu menjadi protagonis di beberapa film selanjutnya, seperti ‘Batman v. Superman: Dawn of Justice’ dan ‘Justice League’.

Namun, penerimaan yang buruk terhadap film-film itu akhirnya membuat Warner Bros. mengubah rencana awal mereka, membatalkan sekuel yang dimaksudkan Zack Snyder untuk Justice League dan menghentikan perjalanan Henry Cavill sebagai Clark Kent.

Gunn menjelaskan, krisis identitas seputar peran Superman di DCEU yang membuatnya memilih untuk mengeluarkan karakter tersebut dari ‘The Suicide Squad’.

“Saat itu ada banyak pertanyaan: ‘Siapa Superman di DCEU? Apakah ini di luar DCEU?’ Saya tidak ingin terlalu banyak berurusan dengan itu,” katanya, dikutip dari Screen Rant, Jumat 20 Agustus 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini