Cinta Laura Akui Pilih Adopsi Anak Ketimbang Melahirkan, Alasannya Bikin Terharu!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris Cinta Laura membuat penakuan yang mengejutkan publik. Belum lama ini, waniat berdarah Jerman-Indonesia ini mengatakan lebih baik mengadopsi anak ketimbang melahirkan dari rahimnya sendiri.

Hal itu ia ungkap lewat channel YouTube, The Hermansyah A6. Cinta mengatakan ia lebih memilih mengadopsi anak ketimbang hamil karena alasan populasi.

“Aku orangnya sangat pragmatis dan juga suka melihat fakta. Dunia kita sangat over populasi,” kata Cinta.

Cinta juga mengatakan alasan dirinya lebih memilih mengadopsi lantaran masih banyak anak-anak di luar sana yang terlantar.

“Kenapa aku harus melahirkan satu manusia lagi kalau aku bisa mengadopsi anak yang sekarang nggak punya siapapun untuk menjaga mereka?,” ucapnya.

Lebih lanjut, di usianya yang sudah menginjak 28 tahun ini, Cinta belum ada pikiran untuk membina rumah tangga alias menikah. Lebih lanjut, sang ibunda juga tak keberatan dengan keputusan Cinta.

“Dia (ibunda) bilang, gak apa-apa Cinta kalau gak mau punya anak juga gak apa-apa,” ungkap Cinta.

Alhasil, pernyataan Cinta ini sontak menuai pro dan kontra. Banyak netizen yang menghargai keputusan aktris itu.

Namun tak sedikit yang menghujat prinsip hidup Cinta.

Gimana menurut kamu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini