MATA INDONESIA, JAKARTA – Lionel Messi resmi bergabung dengan Paris Saint German (PSG) pada Rabu 11 Agustus 2021 dan memulai latihan perdananya pada Kamis 12 Agustus 2021 di pusat latihan PSG, Camp des Loges. Kehadiran Lionel memicu perhatian para pendukung PSG. Nomor punggung yang akan digunakan Messi di PSG adalah 30. Efeknya di kota Paris dan sekitarnya nomor 30 menjadi angka keramat. Selain itu, penjualan jersey Messi dengan nomer 30 juga laris manis dibeli penggemar Messi. Yuk simak jersey Messi yang berbondong-bondong diburu para penggemar ini! (Mutiara Putri Kinasih)
Berikut tampilan jersey Messi yang karis manis di serbu ‘Les Parisiens :
Kehadiran Lionel Messi sebagai pemain baru PSG meningkatkan antusiasme para penggemar ‘Les Parisiens’. (Twitter @psg_leo_messi)
. PSG pun tak mau menunggu waktu lama memanfaatkan momentum ini. Mereka langsung menyediakan jersey Messi bernomor punggung 30 di toko resmi mereka. (Twitter @psg_leo_messi)
Kostum PSG dengan nama Lionel Messi di punggung mendominasi toko-toko penjualan merchandise milik PSG. (Twitter @psg_leo_messi)
Kedatangan Lionel Messi sebagai pemain baru PSG adalah sebuah momen bersejarah. Para penggemar tak ingin ketinggalan jadi bagian momen tersebut. (Twitter @psg_leo_messi)
Untuk bisa masuk ke dalam toko merchandise dan membeli kostum Messi, para penggemar harus bersabar dan rela antre panjang hingga keluar toko. (Twitter @psg_leo_messi)
Lionel Messi akan mengenakan nomor punggung 30 di PSG. Nomor tersebut pernah digunakan Messi saat ia mulai masuk di tim senior Barcelona. (Twitter @psg_leo_messi)
Selain Messi, musim ini PSG juga kedatangan pemain lain yaitu Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Georginio Wijnaldum, dan Sergio Ramos. (Twitter @psg_leo_messi)
Oleh: Dimas Pratama )*Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan hunianyang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah(MBR). Di tengah kenaikan harga properti yang terjadi di berbagai daerah, penyesuaian kebijakan mengenai batas penghasilan penerima rumahsubsidi menjadi langkah strategis agar semakin banyak masyarakat dapatmemiliki rumah pertama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi antara Kementerian DalamNegeri (Kemendagri) dan Kementerian Perumahan dan KawasanPermukiman (PKP) yang tengah menyiapkan Surat Keputusan Bersama(SKB). Salah satu substansi utama dalam rancangan kebijakan itu adalahpenyesuaian batas maksimal penghasilan masyarakat berpenghasilanrendah yang berhak memperoleh rumah subsidi. Langkah ini sekaligusmemperkuat implementasi Peraturan Menteri PKP Nomor 5 Tahun 2025 yang telah diterbitkan sejak April 2025.Definisi MBR yang sebelumnya menggunakan rentang penghasilansekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta kini diperluas menjadi Rp8,5 jutasampai Rp12 juta di sejumlah wilayah. Bahkan, bagi masyarakat yang telah menikah dan peserta Tapera di kawasan tertentu, batas penghasilanditingkatkan hingga Rp14 juta.Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwaperluasan definisi MBR dilakukan melalui perubahan pembagian wilayahdari dua zona menjadi empat zona. Menurut Tito, perubahan tersebut memungkinkan penetapan bataspenghasilan yang lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masing-masingdaerah sekaligus menjadi bentuk dukungan Kemendagri terhadapkebijakan yang telah disusun oleh Kementerian PKP.Kebijakan berbasis zonasi tersebut menjadi salah satu pembaruanpenting dalam program rumah subsidi. Pemerintah tidak lagimenggunakan pendekatan yang seragam, melainkan mempertimbangkankarakteristik ekonomi setiap wilayah agar kebijakan lebih tepat sasaran. Dengan demikian, masyarakat yang selama ini memiliki penghasilansedikit di atas batas lama tetap memiliki peluang memperoleh rumahsubsidi apabila memenuhi ketentuan sesuai wilayah tempat tinggalnya.Pada Zona 1 yang meliputi Jawa di luar Jabodetabek, Sumatera, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, batas penghasilan ditetapkansebesar Rp8,5 juta bagi masyarakat yang belum menikah dan Rp10 jutabagi yang telah menikah. Penyesuaian tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi kelompok pekerja formal maupun informal...